Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Setelah IPO SpaceX Raksasa
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Usai IPO SpaceX

KOMPAS.com - Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, resmi menjadi triliuner pertama di dunia setelah saham SpaceX mulai diperdagangkan pada Jumat (12/6/2026). Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan antariksa tersebut mencatatkan diri sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah dengan valuasi mendekati 2 triliun dolar AS, atau setara lebih dari Rp 35 kuadriliun (berdasarkan kurs pada Minggu, 14 Juni 2026).

Kekayaan Elon Musk Melonjak Drastis

Musk diketahui memiliki sekitar 40 persen saham SpaceX, yang membuat kekayaannya melonjak signifikan. Menurut data Forbes, sebelum IPO SpaceX, kekayaan Musk telah mencapai sekitar 780 miliar dolar AS (sekitar Rp 13,5 kuadriliun). Jumlah tersebut jauh melampaui orang terkaya kedua di dunia, Larry Page, pendiri Google, yang memiliki kekayaan sekitar 291 miliar dolar AS.

IPO SpaceX menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia bisnis dan teknologi. Dengan valuasi yang sangat besar, perusahaan yang didirikan Musk pada tahun 2002 ini berhasil menarik minat investor global. Keberhasilan ini tidak lepas dari reputasi SpaceX sebagai pemimpin dalam industri antariksa komersial, termasuk misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dan proyek ambisius seperti Starship.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak IPO terhadap Pasar Saham

Peluncuran saham SpaceX di bursa efek langsung mencuri perhatian pasar. Harga saham melonjak tinggi pada hari pertama perdagangan, mencerminkan antusiasme investor terhadap prospek perusahaan. Analis memperkirakan bahwa kesuksesan IPO ini akan mendorong lebih banyak perusahaan teknologi untuk melantai di bursa.

Bagi Musk, status triliuner ini menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia. Selain SpaceX, ia juga memimpin Tesla, perusahaan mobil listrik yang telah merevolusi industri otomotif, serta berbagai proyek lain seperti Neuralink dan The Boring Company.

Dengan kekayaan yang mencapai triliunan dolar, Musk kini memiliki sumber daya yang luar biasa untuk terus mengembangkan inovasi di berbagai bidang, termasuk eksplorasi luar angkasa dan energi terbarukan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga