Kaca Kantor BGN Pecah, Pengelola Buka Suara Soal Pemuaian
Kaca Kantor BGN Pecah, Pengelola Buka Suara

Pengelola gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, memastikan insiden pecahnya kaca pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB bukan disebabkan aksi teror atau penembakan. Building Manajemen BGN, Martin, mengungkapkan bahwa satu petak kaca tempered di bagian depan gedung pecah diduga akibat pemuaian akibat perubahan suhu.

Kaca Pecah Bukan Pertama Kali

Martin menjelaskan bahwa peristiwa serupa sudah pernah terjadi sejak 2018-2019 dan berulang secara berkala setiap satu hingga dua tahun sekali. Beberapa lantai yang pernah mengalami kejadian serupa antara lain lantai 5, 6, 7, dan 8. "Satu sampai dua tahun sekali pasti ada kaca pecah. Itu ada, buktinya ada. Lantai 5, 6, 7, 8 pernah pecah dan ini kita ganti. Enggak ada teror, enggak ada teror," kata Martin di lokasi.

Menurut Martin, pengelola gedung telah melakukan preventive maintenance secara rutin. Setiap kali terjadi kerusakan, pengelola langsung mengganti kaca yang pecah. Namun, waktu terjadinya insiden tidak dapat diprediksi. "Seperti ini mungkin ada kaca pecah ya kita segera ganti. Yang jelas, yang sudah terjadi, satu sampai dua tahun sekali pasti ada yang pecah dan itu kita ganti. Jadi bukan karena apa-apa, bukan," ujar dia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah Mitigasi dan Pencegahan

Sebagai langkah mitigasi, Martin mengatakan sebagian kaca gedung telah dipasangi kaca film agar pecahan tidak langsung berjatuhan saat terjadi keretakan. Namun, kaca yang pecah pada Kamis ini belum dipasangi pelindung tersebut. "Nah kebetulan, di kaca di bawah ini memang belum dikasih kaca film, jadi jatuhnya langsung. Itu nanti kita kasih kaca film," kata Martin. Kerusakan juga pernah terjadi pada kanopi dan kaca di sisi bangunan lainnya yang kemudian telah diganti.

Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, menjelaskan bahwa kaca memuai akibat perubahan suhu. Dia juga menepis anggapan bahwa insiden itu merupakan akibat penembakan. "Pemuaian itu kan panas, suhu panas. Itu kacanya kayak tempered. Kaca tempered dia jadi kalau pecah itu pasti ada titik," ujar Naryana.

Kehadiran Polisi dan Tindak Lanjut

Naryana juga meluruskan kehadiran aparat kepolisian di lokasi. Menurut dia, polisi sudah berada di kawasan tersebut untuk melakukan pengamanan karena sebelumnya ada rencana aksi unjuk rasa. "Bukan dihubungi pihak kepolisian itu, karena memang tadinya mau ada demo. Jadi, kalau dari kepolisian pasti akan menjaga di sini," kata dia.

Dia menegaskan bahwa BGN ke depan akan berkoordinasi dengan pemilik gedung untuk melakukan perbaikan sekaligus mengevaluasi aspek keamanan bangunan. "Ya nanti coba kita identifikasi kembali. Kalau memang ini membahayakan, nanti ada langkah-langkah pemeliharaan yang berkaitan," ujar Naryana. Dia memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Pengelola telah memanggil vendor kaca untuk melakukan pengukuran dan segera mengganti kaca yang pecah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga