Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya penggunaan material bangunan ramah lingkungan dalam setiap proyek infrastruktur nasional. Hal ini disampaikan dalam pembukaan IndoBuildTech Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada Kamis (9/7/2026).
Transisi ke Teknologi Water-Based
Dalam sambutannya, AHY menyoroti pergeseran industri konstruksi dari metode konvensional menuju teknologi yang lebih aman bagi lingkungan. Salah satu inovasi utama adalah adopsi teknologi berbasis air (water-based) pada produk pelapis bangunan, yang menggantikan pelarut kimia berbahaya. "Langkah transisi ini diambil untuk menggantikan penggunaan bahan pelarut kimia yang selama ini menjadi sumber emisi senyawa organik berbahaya," ujar AHY.
Teknologi water-based dirancang untuk menciptakan ruang hidup yang lebih sehat dengan meminimalisir polusi udara, baik di dalam maupun luar ruangan. Menurut AHY, produk yang lebih hijau tetap mampu memberikan performa perlindungan maksimal pada bangunan.
Efisiensi Energi dan Daya Tahan Material
Selain aspek rendah emisi, efisiensi energi menjadi bagian penting dari inovasi yang dipamerkan. Pengembangan material dengan daya tahan tinggi, seperti sistem lantai khusus dan pelapis proteksi cuaca ekstrem, bertujuan memperpanjang usia pakai bangunan. Hal ini merupakan prinsip utama dalam mengurangi limbah konstruksi.
Bahkan, pemilihan warna bangunan kini diperhitungkan untuk membantu efisiensi cahaya alami. Warna-warna dengan tingkat kecerahan tinggi dikembangkan agar dapat memaksimalkan pantulan cahaya di dalam ruangan, sehingga mengurangi ketergantungan pada energi listrik.
Sinergi Pembangunan dan Kelestarian Alam
AHY menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan di masa depan harus memberikan dampak positif bagi ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian alam. "Sektor konstruksi dalam setiap pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperbesar penggunaan material, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya.
Menurut AHY, sinergi antara pembangunan fisik dan perlindungan lingkungan adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah mendorong para produsen untuk meninggalkan metode konvensional dan beralih pada teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Edukasi dan Perubahan Paradigma
Melalui edukasi dan demonstrasi teknologi di IndoBuildTech Expo 2026, pameran ini berusaha mengubah paradigma para pengembang dan masyarakat luas. Keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif. Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah dan inovasi sektor industri, pembangunan di Indonesia diharapkan tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan fungsi lingkungan hidup demi generasi mendatang.



