Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Lima Penerbangan Internasional dari Bali Dibatalkan
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, 5 Penerbangan Bali Batal

Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Lima Penerbangan Internasional dari Bali Dibatalkan

Ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah ditutup menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Imbasnya, lima penerbangan internasional dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, terpaksa dibatalkan. Akibatnya, sebanyak 1.631 calon penumpang gagal melanjutkan perjalanan mereka ke destinasi di kawasan tersebut.

Detail Penerbangan yang Terdampak

Menurut Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi, pembatalan ini terjadi pada hari Minggu, 1 Maret 2026. "Untuk saat ini kami ada lima penerbangan keberangkatan yang dibatalkan, sesuai dengan data kami terima kurang lebih ada 1.631 penumpang," jelasnya. Penumpang tersebut merupakan akumulasi dari maskapai-maskapai ternama seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad.

Berikut adalah rincian penerbangan yang dibatalkan:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Etihad EY477 dengan rute Denpasar–Abu Dhabi
  • Emirates EK369 dengan rute Denpasar–Dubai
  • Qatar Airways QR963 dengan rute Denpasar–Doha
  • Emirates EK399 dengan rute Denpasar–Dubai
  • Qatar Airways QR961 dengan rute Denpasar–Doha

Penerbangan-penerbangan ini seharusnya berangkat pada Sabtu malam dan dini hari. Bahkan, pesawat dari maskapai-maskapai tersebut masih terparkir di bandara hingga kini.

Penanganan Penumpang Terdampak

Eka Sandi memastikan bahwa sebagian penumpang yang telah menunggu di bandara sejak kemarin telah ditempatkan di hotel oleh maskapai masing-masing. "Kami bekerja sama dengan pihak maskapai untuk memastikan kembali para penumpang yang terdampak itu ada yang dihotelkan," ujarnya. Sementara itu, penumpang lainnya belum tiba di bandara karena telah mendapat informasi tentang situasi konflik melalui koordinasi intens dengan maskapai.

Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menyiapkan help desk untuk membantu penumpang dalam mengajukan pengembalian dana, mengubah rute, atau menjadwal ulang penerbangan. "Help desk akan terus dibuka hingga persoalan ini tertangani," tambah Eka Sandi, seperti dilansir Antara.

Belum Ada Kepastian Kembali Normal

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa penerbangan yang dibatalkan akan kembali normal. Ruang udara di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan sebagian Suriah, masih ditutup. Namun, pihak bandara memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi dan berkoordinasi dengan stakeholder seperti AirNav dan pihak keamanan.

Secara umum, penerbangan dari dan ke Bali yang tidak melintasi negara-negara dengan ruang udara tertutup dipastikan berjalan normal. Eka Sandi menekankan pentingnya koordinasi intens untuk memastikan kelancaran bagi penumpang yang mungkin belum mendapat informasi terkini.

Dampak konflik ini tidak hanya dirasakan di Bali, tetapi juga di bandara-bandara lain di Indonesia, seperti Bandara Soekarno-Hatta yang melaporkan pembatalan 17 penerbangan ke Timur Tengah. Situasi ini mengingatkan pada pentingnya kewaspadaan dalam sektor penerbangan internasional di tengah gejolak politik global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga