Penginapan Murah Rp 15 Ribu di Terminal Pulo Gebang Laris Manis Diserbu Pemudik Lebaran 2026
Penginapan Rp 15 Ribu di Terminal Pulo Gebang Laris Diserbu Pemudik

Penginapan Murah Rp 15 Ribu di Terminal Pulo Gebang Laris Diserbu Pemudik Lebaran 2026

Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026, fasilitas penginapan murah di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Utara, mengalami lonjakan permintaan dari penumpang bus. Penginapan ini menjadi solusi praktis bagi pemudik yang perlu beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan panjang ke kampung halaman.

Tingkat Hunian Meningkat Pesat

Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang, Christianto, mengungkapkan bahwa fasilitas penginapan di terminal tersebut ramai dikunjungi menjelang Lebaran tahun ini. Dari total 25 kamar yang tersedia, sebanyak 20 kamar telah terisi oleh pemudik, menyisakan hanya lima kamar kosong. "Alhamdulillah, ramai yang menginap di fasilitas penginapan di Terminal Terpadu Pulo Gebang menjelang Lebaran tahun ini," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Christianto menjelaskan bahwa penginapan ini khusus diperuntukkan bagi penumpang yang telah memiliki tiket bus, dengan pemisahan kamar antara laki-laki dan perempuan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan. Sebagian besar pengguna memanfaatkannya karena alasan transit, menunggu jadwal keberangkatan berikutnya yang masih lama, atau tiba di terminal pada malam hari dan memilih beristirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fasilitas dan Tarif Terjangkau

Penginapan ini menawarkan tarif sangat terjangkau, yaitu Rp 15.000 per malam, dengan tambahan biaya Rp 5.000 untuk penggunaan kamar mandi. Meski sederhana, fasilitasnya dinilai memadai sebagai tempat singgah sementara. Lokasinya berada di lantai tiga gedung istirahat sopir, dekat area kedatangan penumpang, dengan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang disiagakan di sekitarnya untuk memastikan keamanan.

Fasilitas kamar meliputi:

  • Kamar laki-laki: dilengkapi kasur matras tanpa bantal.
  • Kamar perempuan: tersedia dipan dan bantal.
  • Setiap kamar memiliki stop kontak listrik untuk mengisi daya ponsel atau perangkat elektronik lainnya.

Christianto menambahkan bahwa penginapan ini telah beroperasi sejak lama dan tidak hanya aktif saat musim mudik, meski tingkat huniannya cenderung meningkat selama periode tersebut seiring bertambahnya jumlah penumpang. Dengan tarif murah dan lokasi strategis di dalam terminal, diharapkan fasilitas ini dapat membantu pemudik melakukan perjalanan dengan lebih nyaman.

Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Hermawan, menyatakan bahwa arus mudik Lebaran 2026 dari sejumlah terminal di ibu kota berjalan lancar, dengan puncak diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Terminal Terpadu Pulo Gebang, sebagai terminal tipe A dan pusat keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terbesar di Jakarta, menjadi titik pemantauan utama.

Berdasarkan data pemantauan, lonjakan penumpang sempat terjadi pada Jumat (13/3/2026), dengan lebih dari 4.000 penumpang berangkat menggunakan sekitar 800 bus dari terminal tersebut. Dishub DKI telah menyiagakan berbagai unsur petugas untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan pemudik selama musim mudik ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga