Jakarta - Maskapai penerbangan Qantas asal Australia terpaksa mengalihkan rute penerbangannya menuju Amerika Serikat akibat ulah seorang penumpang yang mengganggu. Seorang pria dilaporkan menggigit seorang pramugari di dalam pesawat.
Insiden di Penerbangan Melbourne-Dallas
Berdasarkan laporan dari AFP pada Minggu (17/5/2026), penerbangan Qantas dari Melbourne menuju Dallas yang berlangsung pada Jumat lalu terpaksa mendarat darurat di Papeete, ibu kota Polinesia Prancis. Keputusan ini diambil setelah penumpang pria tersebut bertindak agresif dan menggigit salah satu anggota kru kabin.
Pria tersebut kemudian berhasil ditenangkan dan ditahan oleh penumpang lain. Media lokal serta stasiun televisi nasional ABC melaporkan bahwa korban gigitan adalah seorang pramugari Qantas. Setelah pesawat mendarat di Papeete, pria tersebut langsung diserahkan kepada pihak berwenang setempat untuk diproses lebih lanjut.
Sanksi Tegas dari Qantas
Maskapai Qantas tidak tinggal diam. Pria tersebut telah dikenai larangan terbang untuk semua penerbangan Qantas di masa mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang serta kru.
"Keselamatan pelanggan dan kru kami adalah prioritas utama kami dan kami tidak mentolerir perilaku yang mengganggu atau mengancam di penerbangan kami," tegas juru bicara Qantas kepada AFP.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban selama penerbangan. Maskapai penerbangan di seluruh dunia umumnya memiliki kebijakan tegas terhadap penumpang yang berperilaku agresif atau mengancam keselamatan.



