Pemudik Pilih Bawa Kucing Peliharaan Mudik Demi Efisiensi Biaya
Seorang pemudik bernama Pucul asal Tangerang, Banten, membuat keputusan unik dalam perjalanan mudik Lebaran 2026. Ia memutuskan untuk membawa serta kucing peliharaannya yang bernama Pupu saat menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan di Kota Cilegon, menuju kampung halamannya di Lampung untuk merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.
Alasan Ekonomi di Balik Keputusan Tidak Biasa
Langkah membawa hewan kesayangan dalam perjalanan mudik ini bukan tanpa pertimbangan matang. Pucul mengungkapkan bahwa selain karena tidak ada anggota keluarga yang bisa merawat Pupu di rumah selama ia pergi, faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama. "Baru kali ini mudik sambil bawa kucing. Biasanya saya simpan di penitipan, tapi tahun ini untuk menghemat biaya jadi saya lebih memilih untuk membawa kucing saya mudik juga," tutur Pucul saat ditemui di Pelabuhan Ciwandan pada Selasa dini hari tanggal 17 Maret 2026.
Dengan membawa sendiri kucingnya, Pucul berhasil menghindari pengeluaran tambahan untuk jasa penitipan hewan atau pet hotel yang biasanya membutuhkan biaya tidak sedikit selama periode libur Lebaran. Strategi ini menjadi bagian dari upayanya menekan pengeluaran selama masa mudik.
Perjalanan Berdua dengan Hewan Peliharaan
Pucul menempuh perjalanan mudik hanya berdua dengan Pupu menggunakan sepeda motor. Menurut pengakuannya, pengalaman ini memberikan kesan tersendiri yang terasa lebih "romantis" dan berkesan dibandingkan mudik sendirian tanpa teman perjalanan.
Dari segi waktu tempuh, perjalanan dari Tangerang menuju Pelabuhan Ciwandan memakan waktu sekitar dua jam. Setelah menyeberang, perjalanan diperkirakan akan berlanjut selama empat hingga lima jam lagi sebelum akhirnya tiba di tujuan akhir di Lampung.
Tantangan yang Dihadapi Selama di Perjalanan
Meski memiliki nilai ekonomis dan pengalaman personal yang menarik, membawa hewan peliharaan dalam perjalanan jauh menggunakan sepeda motor ternyata tidak mudah. Pucul mengakui bahwa Pupu sempat mengalami stres berat dan menunjukkan perilaku tidak tenang saat awal keberangkatan.
"Awal-awal sempat ngamuk pas dibawa jalan, tapi lama-lama mungkin dia sudah capek, jadi tenang sendiri. Kendalanya dia stres dan tidak mau makan, karena memang tidak biasa perjalanan jauh, makanya dia kelelahan," jelas Pucul sebelum melanjutkan perjalanan menuju kapal penyeberangan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa hewan peliharaan juga membutuhkan adaptasi terhadap perjalanan panjang, terutama jika tidak terbiasa dengan kondisi perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dalam waktu yang cukup lama.
Pertimbangan bagi Pemudik Lain
Pengalaman Pucul ini memberikan gambaran tentang alternatif yang bisa dipertimbangkan oleh pemudik lain yang memiliki hewan peliharaan. Meski bisa menghemat biaya penitipan, perlu diperhatikan kesiapan hewan peliharaan menghadapi perjalanan jauh, termasuk kemungkinan stres dan perubahan perilaku selama di perjalanan.
Persiapan khusus seperti membawa makanan dan minuman yang cukup, serta memberikan waktu adaptasi bagi hewan peliharaan sebelum melakukan perjalanan panjang, menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan jika memilih untuk membawa hewan kesayangan saat mudik.
