Kemacetan Parah Landa GT Parungkuda Tol Bocimi H+3 Lebaran, Merambat ke Jalan Arteri
Kawasan Gerbang Tol (GT) Parungkuda di Tol Bocimi mengalami kemacetan yang sangat parah pada hari ketiga perayaan Idulfitri tahun 2026. Kondisi lalu lintas yang padat ini tidak hanya terjadi di akses keluar tol, tetapi juga telah merambat dengan signifikan ke jalur arteri Siti Fatimah, menciptakan antrean kendaraan yang mengular dan nyaris tidak bergerak sama sekali.
Volume Kendaraan Tinggi Sejak Pagi Hari
Berdasarkan laporan dari detikJabar pada Senin, 23 Maret 2026, hingga pukul 10.00 WIB, kepadatan lalu lintas sudah terlihat sangat ekstrem. Kendaraan yang didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor melaju dengan sangat tersendat, bahkan di beberapa titik tertentu, pergerakan kendaraan hampir terhenti total. Petugas lalu lintas yang bertugas berusaha keras untuk mengatur arus kendaraan di tengah tingginya volume yang melintas.
Sejumlah pengendara harus mengantre dalam waktu yang cukup lama hanya untuk bisa melintasi kawasan tersebut, menunjukkan betapa parahnya dampak dari kemacetan ini terhadap mobilitas masyarakat.
Faktor Penyebab Kemacetan Panjang
Lonjakan mobilitas warga selama masa libur Lebaran menjadi salah satu faktor utama yang memicu kepadatan lalu lintas ini. Selain itu, pertemuan antara arus kendaraan yang berasal dari jalan tol dengan kendaraan dari jalur arteri telah meningkatkan beban lalu lintas secara signifikan. Hal ini pada akhirnya memicu kemacetan yang panjang dan meluas di sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Kondisi ini diperparah oleh tingginya arus kendaraan yang masih terjadi di berbagai jalur wisata dan tol di Jawa Barat pasca perayaan Idulfitri, menambah kompleksitas pengaturan lalu lintas.
Kesaksian Pengendara yang Terjebak Macet
Salah seorang pengendara asal Bogor, Andri (34 tahun), mengaku terjebak dalam kemacetan yang cukup lama saat melintas di kawasan GT Parungkuda. Ia menuturkan bahwa laju kendaraannya hampir tidak bergerak sama sekali, membuat perjalanan menjadi sangat melelahkan.
"Dari keluar tol sampai sini bisa lebih dari satu jam, nyaris nggak bergerak sama sekali. Macetnya parah banget," ujar Andri di jalan arteri, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Kesaksian ini menggambarkan betapa seriusnya dampak kemacetan terhadap waktu dan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Kemacetan di GT Parungkuda Tol Bocimi ini menjadi peringatan akan pentingnya pengelolaan lalu lintas yang lebih baik selama masa-masa puncak seperti libur Lebaran, untuk menghindari terulangnya kondisi serupa di masa depan.



