Kemacetan Parah Landa Jalan Layang MBZ dan Tol Japek di Hari Kedua Lebaran
Kondisi lalu lintas di kawasan Jabodetabek kembali mengalami kepadatan signifikan pada pagi ini, Minggu (22/3/2026). Jalan Layang MBZ arah Cikampek dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) menjadi titik utama kemacetan, menandai hari kedua perayaan Lebaran 2026 yang penuh dengan arus kendaraan.
Laporan Real-Time dari Jasa Marga
Berdasarkan laporan resmi dari Jasa Marga melalui akun X, kemacetan dimulai sejak pukul 09.13 WIB. Di Jalan Layang MBZ, kepadatan tercatat dari Cikunir Km 10 hingga Bekasi Barat Km 13. Tidak hanya itu, ruas Tambun Km 19 hingga Km 21 serta Karawang Barat Km 42 hingga Km 46 juga mengalami kondisi serupa dengan volume kendaraan yang sangat padat.
"09.13 WIB #Jalan_Layang_MBZ Cikunir KM 10 - Bekasi Barat KM 13 PADAT, kepadatan volume lalin. Tambun KM 19 - KM 21 arah Cikampek PADAT, kepadatan volume lalin. Karawang Barat KM 42 - KM 46 arah Cikampek PADAT, kepadatan volume lalin," demikian bunyi laporan tersebut.
Kondisi di Tol Jakarta-Cikampek
Sementara itu, di Tol Japek, kemacetan juga meluas. Pada pukul 09.44 WIB, Jasa Marga melaporkan kepadatan dari Tambun Km 22 hingga Cikarang Barat Km 29, serta dari Cibatu Km 34 hingga Karawang Barat Km 42. Peta digital Google Maps menunjukkan warna merah di sepanjang rute ini, mengindikasikan tingkat kemacetan yang tinggi.
"09.44 WIB #Tol_Japek Tambun KM 22 - Cikarang Barat KM 29 PADAT, kepadatan volume lalin. Cibatu KM 34 - Karawang Barat KM 42 PADAT, kepadatan volume lalin," tulis Jasa Marga dalam update terbarunya.
Antisipasi Arus Mudik Lokal
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, sebelumnya telah memprediksi peningkatan kepadatan akibat pergerakan aglomerasi atau mudik lokal. Dalam pernyataannya di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utara, Sabtu (21/3), dia menekankan pentingnya kewaspadaan.
"Justru besok ini akan padat aglomerasi itu. Jadi mudik lokal dari Solo ke Semarang, Semarang ke Solo, dari Bogor ke Bekasi, itu kita antisipasi, besok," kata Irjen Agus. Dia menambahkan bahwa seluruh petugas diharapkan tetap standby untuk memantau perjalanan, baik mudik lokal maupun dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Titik-titik yang diperkirakan banyak pergerakan kendaraan selama mudik lokal meliputi Jabodetabek, Solo Raya, Surabaya, dan Bali. Irjen Agus memastikan bahwa kemungkinan peningkatan volume kendaraan telah diantisipasi dengan langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang efektif.
Dengan situasi ini, pengguna jalan disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan alternatif rute jika memungkinkan, guna menghindari keterlambatan dalam perjalanan.



