Jasa Raharja Siapkan Skema Terintegrasi untuk Mudik Lebaran 2026
Jasa Raharja Siapkan Skema Terpadu Mudik 2026

Jasa Raharja Siapkan Skema Terintegrasi untuk Mudik Lebaran 2026

Jasa Raharja telah membeberkan skema terintegrasi yang komprehensif untuk menghadapi momen mudik Lebaran 2026. Skema ini dirancang untuk mendukung persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H, dengan fokus pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Kesiapan Terintegrasi dari Awal hingga Akhir

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa kesiapan dilakukan secara terintegrasi, mencakup pra-mudik, masa arus mudik, hingga arus balik Idul Fitri 2026. "Kami dari Jasa Raharja tahun ini melakukan kesiapan yang terintegrasi, baik menjelang arus mudik, saat arus mudik, maupun arus balik," kata Awaluddin dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Kolaborasi dengan Korlantas Polri dan stakeholder lainnya telah dilakukan melalui survei jalur serta pemetaan titik rawan kecelakaan. Petugas Jasa Raharja di 63 cabang dan 29 kantor wilayah juga aktif dalam ramp check bersama Ditlantas di masing-masing Polda, dengan kegiatan yang masih berlangsung hingga saat ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penguatan Layanan di Lapangan dan Digitalisasi

Dalam mendukung pengamanan Lebaran, Jasa Raharja akan mengoperasikan 25 pos pelayanan terpadu. Salah satu titik strategis yang dipersiapkan adalah KM 81, yang akan difungsikan sebagai check point untuk pengecekan kesehatan dan layanan pendukung lainnya di luar rest area.

Selain penguatan di lapangan, perusahaan mengoptimalkan kolaborasi dengan rumah sakit untuk memastikan proses penjaminan korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat. "Tahun ini kami mengoptimalkan proses zero pending claim, sehingga masyarakat yang menjadi korban kecelakaan dapat kami layani dengan sebaik-baiknya dan seefektif mungkin," jelas Awaluddin.

Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja memperkuat digitalisasi sistem santunan, integrasi data dengan kepolisian dan rumah sakit, serta peningkatan standar pelayanan publik. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan negara hadir dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Koordinasi Lintas Sektor dalam Rapat Kementerian Perhubungan

Pemaparan ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Selasa (24/2). Kehadiran Jasa Raharja dalam forum lintas sektor ini menegaskan komitmen perusahaan sebagai BUMN untuk mendukung kesiapan sistem transportasi nasional.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, diikuti oleh kementerian dan lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, serta jajaran pimpinan BUMN sektor transportasi dan infrastruktur.

Dalam arahannya, Menhub Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya memastikan kesiapan teknis seluruh moda transportasi sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. "Saya ingin kita memperhatikan bersama aspek-aspek teknis dari moda transportasi yang akan digunakan. Kita pastikan tidak ada yang terlewat berkaitan dengan persiapan teknis," kata Dudy.

Dia juga memberikan masukan kepada stakeholder terkait untuk mempersiapkan diri lebih baik, seperti meminta maskapai penerbangan mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyiapkan penerbangan ekstra. Kepada Pelindo, Dudy mengingatkan agar kemacetan pasca Lebaran seperti yang terjadi pada Nataru 2025-2026 tidak terulang, khususnya dalam pengelolaan area penampungan kendaraan.

Melalui partisipasi dalam rakor ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan prima dengan prinsip melayani sepenuh hati, sekaligus mendukung terwujudnya keselamatan berkendara selama Angkutan Lebaran 2026 berlangsung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga