H+2 Lebaran, Jalan Sudirman Jakarta Masih Sepi dan Lengang
Suasana tenang dan lengang masih mendominasi Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta pada hari kedua setelah Idulfitri 1447 H. Pantauan di lokasi pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 08.10 WIB, menunjukkan lalu lintas yang sangat sepi dengan hanya sedikit kendaraan yang melintas. Tidak terlihat kemacetan sama sekali di ruas jalan yang biasanya padat pada hari kerja.
Aktivitas Warga di Tengah Kelengangan
Di tengah suasana lengang tersebut, beberapa warga memanfaatkan kondisi ini untuk berolahraga. Terlihat sejumlah orang sedang jogging dan bersepeda di sepanjang Jalan Sudirman. Aktivitas ini menjadi pemandangan yang kontras dibandingkan dengan hiruk-pikuk kendaraan pada hari-hari biasa.
Kelengangan juga terjadi di kawasan sekitar seperti Pancoran dan Kuningan yang menuju ke arah Sudirman. Padahal, pada hari Senin biasanya ruas jalan ini ramai dipenuhi kendaraan para pekerja yang berangkat ke kantor. Namun pagi ini, suasana justru sangat tenang dan sepi.
Imbauan Menghindari Puncak Arus Balik
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026. Pemudik diharapkan tidak menumpuk pada saat arus mudik balik yang diprediksi akan terjadi tiga kali. Puncak arus balik diprediksi jatuh pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026.
Berdasarkan data perhitungan dari Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan perkiraan volume lebih dari 285 ribu kendaraan. Jumlah ini lebih besar dari puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 yang mencapai 270.315 kendaraan.
"Untuk itu, kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2026 dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere yang diimbau Pemerintah," kata Dudy saat meninjau arus lalu lintas pada H+1 Lebaran 2026 di JMTC pada Minggu, 22 Maret 2026.
Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan memastikan perjalanan pulang yang lebih aman dan lancar bagi para pemudik. Dengan memanfaatkan waktu yang tepat, diharapkan arus balik dapat tersebar dan tidak menumpuk pada hari-hari puncak.



