Contraflow Tol Japek Diperpanjang hingga KM 70 untuk Antisipasi Padatnya Arus Mudik Lebaran 2026
Kepolisian telah mengambil langkah strategis dengan memperpanjang jarak rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek pada Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Penerapan ini dimulai pada pukul 12.24 WIB di hari kedua Lebaran 2026, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan volume kendaraan menuju wilayah Timur Trans Jawa selama periode arus mudik.
Koordinasi Intensif untuk Kelancaran Lalu Lintas
Rekayasa lalu lintas contraflow ini diberlakukan secara situasional berdasarkan kondisi aktual di lapangan, melalui koordinasi erat antara Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dan kepolisian. Tujuannya adalah untuk menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jalan tol selama momen puncak mudik Lebaran.
Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal Jasamarga Transjawa Tol, menegaskan bahwa penerapan contraflow merupakan langkah krusial untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju arah Cikampek. "Pemberlakuan contraflow 2 lajur dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek dilakukan atas diskresi kepolisian sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan yang menuju wilayah Timur Trans Jawa," jelas Ria dalam keterangannya pada Minggu, 22 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa JTT bersama pihak kepolisian terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal. Selain itu, seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa diimbau untuk:
- Mengutamakan keselamatan dalam berkendara
- Memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan
- Menjaga jarak aman antar kendaraan
- Memperhatikan rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan
Penyesuaian Skema Contraflow Sebelumnya
Sebelum perpanjangan ini, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian telah melakukan penyesuaian skema rekayasa lalu lintas contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek. Pada pukul 10.05 WIB, akses masuk contraflow di KM 55 ditutup sementara dan dialihkan melalui KM 47 hingga KM 65.
Menurut Ria, penerapan buka-tutup akses contraflow dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kapasitas jalan, serta efektivitas penguraian kepadatan lalu lintas. "Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan, khususnya pada titik-titik dengan volume kendaraan tinggi," ungkapnya.
Dengan perpanjangan contraflow hingga KM 70, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar dan aman, mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di ruas tol tersebut selama periode liburan nasional.



