Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat di Jabodetabek dan Jawa Barat
Liputan6.com, Jakarta - Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Menurut laporan dari Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT), pada Senin, 16 Maret 2026, telah terjadi kenaikan volume kendaraan di sejumlah ruas tol, meskipun belum mencapai fase lonjakan tertinggi.
Data Peningkatan Arus Kendaraan
Widiyatmiko Nursejati, Senior General Manager JMT, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju Merak dan Puncak Bogor melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa dan GT Ciawi 1 tercatat mencapai 83.510 unit. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 7,82% dibandingkan volume transaksi normal yang biasanya sebesar 77.455 kendaraan.
Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa di GT Cikupa arah Merak, volume lalu lintas transaksi naik menjadi 48.217 kendaraan, atau meningkat 3,33% dari normalnya 46.665 kendaraan. Sementara itu, di GT Ciawi 1 arah Puncak Bogor, peningkatan lebih tajam terjadi dengan 35.293 kendaraan, yang berarti naik 14,62% dari volume normal 30.790 kendaraan.
Kondisi di Wilayah Jawa Barat
Di wilayah Jawa Barat, arus lalu lintas menuju Bandung dan Rancaekek tercatat sebanyak 70.386 kendaraan, naik 9,58% dari volume normal 64.235 kendaraan. Namun, Widiyatmiko menegaskan bahwa peningkatan ini belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. "Sedangkan volume lalu lintas meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta melalui gerbang tol yang sama, tercatat sebanyak 60.332 kendaraan melintas, atau naik 6,35% dibanding volume normal 56.732 kendaraan," jelasnya.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Jasa Marga memprediksi bahwa peningkatan volume lalu lintas masih akan berlanjut, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Untuk mengantisipasi hal ini, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan mudik.
Beberapa persiapan yang disarankan meliputi:
- Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan siap jalan.
- Kondisi pengemudi yang prima dan fit.
- Memperhatikan kecukupan bahan bakar minyak (BBM).
- Memiliki saldo e-toll yang cukup untuk kenyamanan perjalanan.
Imbauan untuk Pengguna Jalan Tol
Jasa Marga juga mengingatkan pengguna jalan untuk hanya menggunakan satu kartu elektronik yang sama saat melakukan pembayaran di jalan tol dengan sistem transaksi tertutup, seperti Ruas Tol Cipularang, Padaleunyi, dan Jalan Tol JORR II. Kartu elektronik ini harus digunakan secara konsisten untuk tapping di gerbang tol masuk dan keluar guna menghindari gangguan dalam transaksi.
Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan aman bagi semua pemudik yang kembali ke kampung halaman.



