Akses Contraflow di KM 55 Tol Japek Ditutup, Dialihkan ke KM 47
Akses Contraflow KM 55 Tol Japek Ditutup, Dialihkan ke KM 47

Akses Contraflow di KM 55 Tol Japek Ditutup, Dialihkan ke KM 47

Penyesuaian skema contraflow di Tol Jakarta–Cikampek (Tol Japek) dilakukan secara situasional oleh PT Jasamarga Transjawa Tol bersama kepolisian. Putu Merta Surya Putra Diterbitkan: 22 Maret 2026, 10:42 WIB PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian melakukan penyesuaian skema rekayasa lalu lintas contraflow di Ruas Tol Jakarta–Cikampek (Tol Japek).

Penutupan Sementara Akses Contraflow

Dalam keterangan resmi, Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary and Legal JTT, mengumumkan bahwa akses masuk contraflow di KM 55 ditutup sementara dan dialihkan melalui KM 47 hingga KM 65 pada pukul 10.05 WIB. Langkah ini diambil pada hari Minggu, 22 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

Menurut Ria, penerapan buka-tutup akses contraflow dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kapasitas jalan, serta efektivitas penguraian kepadatan lalu lintas. "Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan, khususnya pada titik-titik dengan volume kendaraan tinggi," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemantauan dan Evaluasi Berkala

JTT bersama kepolisian dan stakeholder terkait terus melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala terhadap kondisi lalu lintas guna memastikan rekayasa yang diterapkan berjalan optimal. Ria menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam mengelola arus kendaraan yang meningkat selama liburan Lebaran.

Dalam imbauannya, JTT meminta seluruh pengguna jalan untuk:

  • Memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan.
  • Menyesuaikan kecepatan saat melintasi jalur contraflow.
  • Memastikan kecukupan saldo uang elektronik.
  • Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.

Skema Rekayasa Lalu Lintas Lebaran

Sebelumnya, kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa one way lokal untuk mengurai potensi kepadatan saat arus balik Lebaran 2026. Rencana tersebut akan mulai diberlakukan pada 23 Maret, dengan mempertimbangkan lonjakan volume kendaraan.

Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan peningkatan arus kendaraan selama periode mudik. Data menunjukkan jumlah kendaraan meningkat dari 258 ribu menjadi 270 ribu unit. "Tentu kita antisipasi. Dari persentase-persentase tadi udah kita hitung," kata dia kepada wartawan pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ia menyebutkan bahwa sekitar 66 persen kendaraan diprediksi berasal dari arah Trans Jawa, sementara 30 hingga 35 persen lainnya menuju Jawa Barat. "Terus yang dari Trans Jawa, kurang lebih hampir 66%. Ini yang harus kita kelola," ujarnya, menekankan pentingnya pengelolaan lalu lintas yang efektif untuk mencegah kemacetan parah.

Dampak dan Harapan ke Depan

Penyesuaian contraflow ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menghadapi puncak arus mudik dan balik Lebaran. Dengan penutupan sementara di KM 55 dan pengalihan ke KM 47, diharapkan distribusi kendaraan dapat lebih merata dan mengurangi titik-titik padat di sepanjang Tol Japek.

Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkini dari pihak berwenang. Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way lokal diharapkan dapat meminimalkan gangguan perjalanan dan meningkatkan keselamatan bagi semua pengendara selama musim liburan ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga