Dishub Depok Turunkan 239 Petugas Pantau Arus Pemudik Idul Fitri 2026
239 Petugas Dishub Depok Pantau Arus Pemudik Idul Fitri

Dishub Depok Siagakan 239 Petugas untuk Pantau Lalu Lintas Pemudik

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok telah memulai pemantauan intensif terhadap pergerakan arus lalu lintas selama masa libur hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik yang melintasi wilayah Depok, terutama dari arah Jakarta menuju berbagai daerah tujuan.

Penempatan Personel di Titik Rawan dan Pos Pemantauan

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Nita Ita Hernita, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan sebanyak 239 anggota petugas. Mereka ditempatkan secara strategis di sejumlah titik simpang jalan dan ruas jalan yang identik rawan mengalami kepadatan kendaraan.

"Kita turut memantau pergerakan arus pemudik yang melintasi wilayah Kota Depok," ujar Nita saat ditemui di Terminal Jatijajar, Depok, pada Selasa (17/3/2026).

Selain penyebaran personel, Dishub Depok juga membuka dua pos pemantauan pemudik yang berlokasi di Jalan Raya Margonda dan Terminal Jatijajar. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pengawasan langsung terhadap arus mudik.

Jalur Lintasan Utama Pemudik dan Kondisi Terkini

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Dishub, terdapat dua jalan utama yang kerap digunakan sebagai lintasan pemudik, yaitu:

  • Jalan Raya Bogor
  • Jalan Raya Ciputat-Parung

"Jalan Raya Ciputat-Parung dan Jalan Raya Bogor merupakan jalur lintasan pemudik motor dari arah Jakarta menuju Bandung maupun Sukabumi," jelas Nita.

Namun, berdasarkan pengamatan sementara hingga Selasa siang, belum terlihat pergerakan pemudik yang signifikan, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil. Pemudik motor terpantau melintas dengan intensitas rendah, biasanya setelah pelaksanaan salat tarawih atau usai sahur.

"Di Depok berbeda dengan wilayah lain seperti Cikampek, pemudik motornya terlihat banyak," tambah Nita.

Pemudik Mobil Manfaatkan Akses Tol dan Imbauan Keselamatan

Untuk pemudik yang menggunakan mobil, umumnya mereka memanfaatkan akses jalan tol yang telah terhubung dan melintasi wilayah Depok, khususnya Tol Cijago yang tersambung dari arah Tangerang Selatan menuju Tol Jagorawi.

"Pemudik mobil yang menuju Jawa Tengah maupun Sumatera telah memanfaatkan koneksi tol," ungkap Nita.

Dishub Depok juga mengimbau kepada warga yang berencana mudik untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat. "Pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi baik dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjaga kecepatan kendaraan," tutur Nita.

Kolaborasi Mudik Gratis dan Prediksi Puncak Arus

Sebelumnya, pada hari yang sama, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberangkatkan sekitar 3.000 peserta program mudik gratis dari Terminal Jatijajar Depok ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Irjen Kemenhub, Djarot Tri Wardhono, menyatakan bahwa program ini melibatkan 76 bus.

"Program ini merupakan kolaborasi bersama untuk mewujudkan mudik lebaran yang aman, nyaman, dan selamat," sambung Djarot.

Program mudik gratis bertujuan membantu masyarakat yang kesulitan pulang kampung sekaligus mengurangi penggunaan sepeda motor yang berisiko tinggi. Djarot memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu (18/3/2026), dengan dominasi perjalanan menggunakan angkutan darat.

"Malam ini sudah mulai naik sampai tanggal 18 Maret kita kira-kira adalah puncak mudik dari arah Jakarta dan sekitarnya," kata dia.

Dishub Depok akan terus memantau perkembangan arus pemudik secara berkelanjutan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan selama periode mudik Idul Fitri 2026.