17 Rute Transjakarta Terdampak Genangan, Layanan Disesuaikan Demi Keselamatan
17 Rute Transjakarta Terdampak Genangan, Layanan Disesuaikan

17 Rute Transjakarta Terdampak Genangan, Layanan Disesuaikan Demi Keselamatan Penumpang

Hujan lebat yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026, telah menimbulkan genangan air di berbagai ruas jalan pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Kondisi cuaca ekstrem ini berdampak signifikan pada operasional layanan bus PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta, yang terpaksa melakukan penyesuaian pada sejumlah rute untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan.

Menurut keterangan dari Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, penyesuaian operasional dilakukan sebagai respons terhadap curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan di beberapa titik. "Sehubungan dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan di beberapa titik, Transjakarta melakukan penyesuaian operasional pada Minggu pagi demi keamanan dan kenyamanan bersama," jelas Ayu dalam pernyataannya.

Secara total, terdapat 17 rute layanan Transjakarta yang terdampak, mencakup layanan Bus Rapid Transit (BRT), Mikrotrans, serta layanan integrasi dan non-BRT. Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi rute secara berkala melalui aplikasi resmi atau kanal komunikasi perusahaan.

Rincian Penyesuaian pada Layanan BRT

Pada layanan BRT, lima koridor mengalami perubahan operasional akibat genangan dan gangguan infrastruktur. Berikut adalah detail penyesuaian yang diterapkan:

  • Koridor 2A (Pulogadung 1–Rawa Buaya): Rute dipersingkat hingga Halte Damai karena banjir merendam ruas Pulo Nangka di koridor 3.
  • Koridor 3 (Kalideres–Monas): Operasional dipersingkat menjadi Damai–Monas dua arah akibat genangan air dan pembatas jalan (MCB) yang roboh.
  • Koridor 6 (Ragunan–Galunggung): Bus dialihkan jalurnya karena genangan di kawasan kolong Underpass Mampang.
  • Koridor 9 (Pinang Ranti–Pluit): Dialihkan melalui Tol Slipi 1 setelah genangan setinggi lebih dari 30 sentimeter terpantau setelah Halte Grogol.
  • Koridor 13E (Puribeta–Kuningan): Mengalami pengalihan jalur melalui jalur atas akibat genangan yang menutup Underpass Mampang.

Dampak pada Layanan Mikrotrans

Genangan juga mempengaruhi layanan Mikrotrans, dengan 10 rute terdampak yang meliputi penghentian sementara, perpendekan rute, dan pengalihan jalur. Dua rute, yaitu JAK.04 (Grogol–Jembatan Dua) dan JAK.30 (Meruya–Citraland), dihentikan sementara operasinya karena banjir di titik-titik krusial yang tidak dapat dilalui kendaraan.

Sementara itu, rute JAK.85 (Bintara–Cipinang Indah) mengalami perpendekan setelah genangan setinggi 25–35 sentimeter terpantau di Jalan Komplek Cipinang Indah II. Tujuh rute Mikrotrans lainnya dialihkan, termasuk JAK.108, JAK.37, JAK.53, JAK.71, JAK.75, JAK.78A, dan JAK.93, untuk menghindari area yang tergenang air.

Gangguan pada Layanan Integrasi dan Non-BRT

Selain layanan utama, dua rute lainnya juga mengalami gangguan operasional. Layanan Angkutan Umum Integrasi 1C (Blok M–Pesanggrahan) dialihkan rutenya akibat genangan sekitar 50 sentimeter di Jalan Ciledug Raya. Sedangkan layanan non-BRT 3E (Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan) dihentikan sementara karena genangan air yang menutup akses di kawasan Simpang Kapuk.

Transjakarta menekankan bahwa semua penyesuaian ini dilakukan dengan prioritas utama pada keselamatan pelanggan dan kelancaran operasional di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Pelanggan diharapkan untuk selalu memperbarui informasi perjalanan melalui sumber resmi untuk menghindari kendala selama perjalanan.