15 Tahun Lebaran di Jalan, Pengorbanan Sopir Bus Demi Nafkah Keluarga
15 Tahun Lebaran di Jalan, Pengorbanan Sopir Bus

15 Tahun Lebaran di Jalan, Pengorbanan Sopir Bus Demi Nafkah Keluarga

Jakarta - Momen Lebaran identik dengan kebersamaan keluarga, namun bagi Masduki justru menjadi waktu panen mencari rezeki. Sudah 15 tahun terakhir, sopir bus Terminal Lebak Bulus ini harus merayakan Idul Fitri jauh dari istri dan ketiga anaknya di kampung halaman.

Pilihan Berat Demi Penghidupan Keluarga

"Ya, berlebarannya di jalan. Pinginnya kalau ada rezeki mah pingin Lebaran sama keluarga, tapi nyatanya enggak bisa," ungkap Masduki dengan nada haru kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/3/2026). Keputusan berat ini diambil semata-mata untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mengingat pendapatan saat musim mudik jauh lebih menggiurkan dibanding hari biasa.

Menurut pengakuannya, sejak menikah hanya beberapa kali ia bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran. Selebihnya, hari raya dihabiskan di belakang kemudi bus, mengantarkan ribuan pemudik pulang ke kampung mereka. "Ini sudah berapa puluh kali Lebaran juga enggak pernah bareng keluarga. Selalu di jalan terus," tuturnya dengan resignasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesempatan Pulang Setelah Arus Balik

Biasanya, Masduki baru bisa kembali ke kampung halaman setelah arus mudik dan balik benar-benar selesai. Perusahaan tempatnya bekerja memberikan waktu istirahat sekitar satu minggu sebelum kembali bertugas. Saat ini, ia melayani rute Jakarta-Tanjung Enim, Sumatera, dengan waktu tempuh normal 16-20 jam yang bisa bertambah panjang selama puncak mudik.

Meski berat, pria ini mengaku bersyukur bisa membantu para pemudik tiba di tujuan dengan selamat. "Asal sampai nganterin penumpang sampai tujuan, sudah senang," ujarnya. Pengabdiannya di jalan membuatnya kadang tak menyadari waktu, hingga anak bungsunya kini sudah berusia empat tahun sementara si sulung akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Imbauan Keselamatan dari Pengelola Terminal

Di sisi lain, pengelola Terminal Lebak Bulus mengimbau para pengemudi angkutan Lebaran 2026 untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama saat jumlah penumpang meningkat drastis. Ke depan, terminal tersebut berencana melakukan revitalisasi pada 2027 guna meningkatkan kualitas layanan dan integrasi transportasi.

Kisah Masduki menjadi cermin pengorbanan banyak pekerja transportasi yang memilih bekerja saat Lebaran demi menghidupi keluarga. Di balik sukacita mudik jutaan orang, tersimpan cerita pilu mereka yang harus menahan rindu demi sesuap nafkah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga