Menhut Tutup Sementara Taman Nasional dan Wisata Alam Saat Libur Lebaran dan Nyepi 2026
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa dalam periode libur Idulfitri dan Nyepi 2026, sejumlah taman nasional (TN), taman wisata alam (TWA), dan suaka margasatwa akan ditutup sementara. Langkah ini diambil sebagai antisipasi untuk menjaga keselamatan pengunjung akibat faktor alam dan memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga selama libur panjang.
Arahan Presiden Prabowo untuk Pengelolaan TN dan TWA
Menhut Raja Juli menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta agar pengelolaan TN dan TWA memperhatikan prinsip zero waste dengan menyediakan tong sampah dan aparat yang cukup. Selain itu, zero accident juga ditekankan, termasuk penyiapan tim medis, ambulans, dan puskesmas yang memadai untuk menghindari korban akibat minimnya fasilitas pengamanan.
"Pastikan penerapan kuota pengunjung. Informasi terkait penutupan sementara harus diumumkan kembali di media sosial masing-masing agar jelas disampaikan kepada masyarakat," ujar Raja Juli dalam rapat koordinasi daring bersama jajaran pengelola TN dan TWA pada Rabu, 18 Maret 2026.
Daftar Lokasi yang Ditutup Sementara
Penutupan dilakukan pada periode 19-22 Maret 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan momentum Lebaran. Tindakan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya dan untuk menghindari lonjakan pengunjung yang berpotensi melebihi kapasitas kawasan. Beberapa lokasi juga ditutup karena pertimbangan pemulihan ekosistem dan keselamatan.
Berikut daftar 19 taman nasional, 9 taman wisata alam, dan 2 suaka margasatwa yang tutup:
- Taman Nasional di Sumatera: Batang Gadis (21-22 Mar 2026), Bukit Barisan Selatan (25 Mei 2025 – belum ditentukan), Way Kambas (17 Jan – 31 Mei 2026).
- Taman Nasional di Jawa: Bromo Tengger Semeru (kawasan tertentu pada 19-20 Mar 2026), Gunung Gede Pangrango (1 Jan-12 Apr 2026), Alas Purwo (20-21 Mar 2026), Baluran (20-22 Mar 2026), Gunung Merapi (21 Mar 2026), Gunung Merbabu (19-22 Mar 2026), Gunung Halimun Salak (19 Des 2025 – 31 Mar 2026).
- Taman Nasional di Bali dan Nusa Tenggara: Gunung Rinjani (1 Jan – 31 Mar 2026), Tambora (24 Des 2025 – 30 Apr 2026), Mutis Timau (10 Mar – 5 Apr 2026).
- Taman Nasional di Kalimantan: Kutai (20-21 Mar 2026), Gunung Palung (17 Jan 2023 – 31 Des 2026), Kayan Mentarang (18 Mar – 5 Apr 2026).
- Taman Nasional di Sulawesi: Rawa Aopa Watumohai (20-21 Mar 2026), Gandang Dewata (28 Des 2025 – 22 Mar 2026).
- Taman Nasional di Maluku dan Papua: Manusela (Mei 2025 – belum ditentukan).
- Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa: Termasuk TWA Gunung Permisan, TWA Malino, TWA Batu Gamping, dan lainnya dengan periode penutupan bervariasi.
Kesiapan Jajaran dan Informasi kepada Masyarakat
Dalam rapat tersebut, Menhut Raja Juli meminta jajarannya untuk memastikan kesiapan dan memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat luas. Rapat dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, dan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan KSDAE Nunu Anugrah.
Penutupan sementara ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan lingkungan, sekaligus mendukung arahan pemerintah dalam pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.



