Warga Depok Keluhkan Pengeras Suara Masjid Bangunkan Sahur Sejak Dini Hari
Sebuah keluhan warga terkait penggunaan pengeras suara masjid untuk membangunkan sahur telah viral di media sosial. Warga di wilayah Sawangan, Depok, mengeluhkan aktivitas tersebut yang dimulai sejak pukul 02.30 WIB, dianggap mengganggu kenyamanan istirahat.
Keluhan Warga di Media Sosial
Melalui unggahan di platform media sosial, seorang warga menyampaikan protesnya. "Ini dari jam 2.20 WIB loh, udah gitu nyanyi-nyanyi apa tau deh, mendingan pasang murotal atau shalawatan deh," ujar warga tersebut. Keluhan ini tidak hanya menyoroti waktu yang terlalu dini, tetapi juga cara membangunkan sahur yang dinilai tidak lazim dan berisik.
Lokasi spesifik yang menjadi sorotan adalah area di sekitar RSUD Khidmat Sehat Afiat di Sawangan, Depok. Warga menilai bahwa suara dari pengeras suara masjid di lokasi tersebut telah menciptakan gangguan, terutama bagi mereka yang sedang beristirahat di malam hari.
Tanggapan dan Langkah Kemenag Kota Depok
Menanggapi keluhan yang viral ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Raden Mujiat, menyatakan telah mengetahui informasi tersebut. "Saya teruskan ke Kepala KUA dan penyuluh setempat agar koordinasi dengan petugas pengurus wilayah setempat," jelas Mujiat pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kemenag Depok segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menindaklanjuti keluhan warga. Langkah pertama adalah memberikan himbauan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Sawangan untuk berkoordinasi dengan pengurus lingkungan setempat, termasuk RT dan RW.
Penelusuran dan Edukasi ke Tiga Masjid
Setelah melakukan penelusuran mendalam, Kemenag Depok mengidentifikasi tiga masjid di sekitar RSUD Khidmat Sehat Afiat yang terlibat. Ketiga masjid tersebut adalah:
- Masjid Al-Ikhlas
- Masjid An-Nasul Hadi
- Masjid Ibadurrahman
Kepada pengurus ketiga masjid ini, Kemenag memberikan pemahaman dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan. "Kami memberikan pemahaman tentang penggunaan pengeras suara yang tepat," terang Mujiat. Edukasi ini bertujuan untuk menyeimbangkan ibadah dengan kenyamanan warga sekitar.
Tindak Lanjut dan Harapan ke Depan
Setelah menerima himbauan, ketiga pengurus masjid berkomitmen untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. Mereka akan memberikan pemahaman kepada para pemuda yang biasanya bertugas membangunkan sahur. "Nantinya pengurus masjid memberikan pemahaman kepada pemuda yang biasanya membangunkan sahur," pungkas Mujiat.
Diharapkan, dengan langkah-langkah koordinasi dan edukasi ini, penggunaan pengeras suara masjid dapat lebih tertib dan tidak mengganggu ketenangan warga. Kemenag Depok terus memantau situasi untuk memastikan keluhan serupa tidak terulang di masa mendatang, sambil tetap menghormati praktik keagamaan selama bulan Ramadan.



