TPU Menteng Pulo Dipadati Peziarah Jelang Ramadan, Tradisi Ziarah Makam Kembali Hidup
Menjelang bulan Ramadan, tempat pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, mulai dipadati oleh warga yang melakukan ziarah makam. Tradisi ini telah melekat dalam budaya masyarakat Indonesia sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci.
Pantauan Langsung di Lokasi
Pantauan pada Senin, 16 Februari 2026, sekitar pukul 12.51 WIB, menunjukkan para peziarah mulai berdatangan dengan membawa bunga tabur dan air untuk disiramkan ke makam anggota keluarga mereka. Aktivitas ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga momen untuk mendoakan almarhum dan mengabadikan kenangan dengan berfoto di sekitar makam.
Seorang pedagang di TPU Menteng Pulo mengungkapkan, "Ramaian kemarin hari Minggu, ini masih agak longgar jalannya. Kalau kemarin jalanan di pinggiran makam penuh sama motor." Ia menambahkan, "Tapi ini juga termasuk lumayan banyak juga, karena emang tradisi ya menjelang puasa pasti banyak yang ziarah ke sini." Hal ini menunjukkan bahwa puncak keramaian biasanya terjadi pada akhir pekan sebelum Ramadan.
Konteks Sidang Isbat dan Tradisi Ziarah
Ziarah makam menjelang Ramadan bertepatan dengan persiapan Sidang Isbat yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026, di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat. Sidang ini akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam dan ahli falak, untuk menetapkan awal Ramadan 1447 H secara kolektif.
Tradisi ziarah di TPU Menteng Pulo mencerminkan harmoni antara praktik keagamaan dan budaya lokal, di mana masyarakat tidak hanya fokus pada ibadah puasa, tetapi juga menghormati leluhur. Aktivitas ini menjadi bagian integral dari persiapan spiritual menyambut bulan suci, dengan harapan mendapatkan berkah dan ketenangan batin.
Dengan meningkatnya jumlah peziarah, TPU Menteng Pulo menjadi saksi bisu bagaimana tradisi ini tetap lestari di tengah modernisasi kota Jakarta. Para peziarah tidak hanya datang dari sekitar Jakarta Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa nilai-nilai keluarga dan penghormatan terhadap almarhum masih sangat dijunjung tinggi dalam masyarakat Indonesia.