Warga Muhammadiyah Solo Gelar Salat Idulfitri di Mangkunegaran dan Keraton
Warga Muhammadiyah di Kota Solo, Jawa Tengah, menjalankan ibadah salat Idulfitri pada hari ini, Jumat, 20 Maret 2026. Ibadah tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi bersejarah, termasuk Pamedan Puro Mangkunegaran dan Kori Kamandungan, Keraton Solo, menandai perayaan hari raya dengan khidmat di tengah warisan budaya.
Jemaah Berkumpul Sejak Dini Hari
Berdasarkan pantauan langsung, jemaah mulai berdatangan ke Pamedan Pura Mangkunegaran sekitar pukul 05.30 WIB. Mereka langsung menempati area salat yang telah disiapkan sebelumnya, menunjukkan antusiasme dan kesiapan dalam menyambut momen penting keagamaan ini.
Yang bertindak sebagai imam dan khatib dalam salat Id tersebut adalah Subari, mantan Ketua Pimpinan Daerah Cabang Muhammadiyah (PDM) periode 2016-2021. Kehadirannya memberikan nuansa kepemimpinan yang berpengalaman dalam memandu ibadah.
103 Lokasi Salat Id di Soloraya
Wiwit, Sekretaris Majelis Tabligh PDM Solo, mengungkapkan bahwa total ada 103 lokasi salat Id yang digelar oleh Muhammadiyah di wilayah Karesidenan Soloraya pada hari ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 lokasi berada di dalam wilayah Kota Solo sendiri.
"Yang terdata untuk Karesidenan Soloraya itu 103 lokasi. Itu mencakup wilayah Surakarta dan sekitarnya, termasuk daerah pinggiran. Namun, khusus untuk Surakarta sendiri, ada 93 lokasi. Jadi, sekitar 80 persen dari yang tercatat berasal dari Muhammadiyah," jelas Wiwit, seperti dilansir dari laporan terkini.
Kepatuhan pada Hierarki dan Instruksi Pusat
Wiwit menegaskan bahwa pelaksanaan salat Id ini sepenuhnya sesuai dengan keputusan dari pimpinan pusat Muhammadiyah. Struktur organisasi yang hierarkis memastikan bahwa semua tingkat di bawahnya mematuhi instruksi tersebut tanpa pengecualian.
"Dalam persyarikatan Muhammadiyah, kami memiliki hierarki dari tingkat pusat hingga ranting. Ada maklumat dari Pimpinan Pusat, sehingga struktur di bawahnya otomatis mematuhi instruksi itu. Berbeda dengan pemerintah yang mungkin perlu sidang isbat terlebih dahulu, di Muhammadiyah keputusan dari PP sudah mengikat hingga tingkat paling bawah," terangnya secara rinci.
Pelaksanaan salat Id di lokasi-lokasi bersejarah ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga mencerminkan harmoni antara tradisi keagamaan dan warisan budaya di Kota Solo. Keikutsertaan warga dalam jumlah yang signifikan menunjukkan tingginya semangat keagamaan dan disiplin organisasi dalam menyambut hari raya Idulfitri.



