Rektor UIN Sunan Kalijaga Jadi Khatib Idulfitri di Istiqlal, Apresiasi Langkah Pemerintah
Jakarta - Dalam momen perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Prof Noorhadi Hasan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, tampil sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam khutbahnya, Hasan menyoroti pentingnya dukungan masyarakat terhadap berbagai program prioritas pemerintah yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan bangsa.
Program Prioritas Pemerintah yang Diapresiasi
Hasan secara khusus mengapresiasi sejumlah inisiatif pemerintah, termasuk peningkatan kerukunan antarumat beragama, upaya pemberantasan korupsi yang gencar dilakukan, serta perbaikan mutu dan sarana-prasarana pendidikan di seluruh Indonesia. Dia juga menyebut penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih dan pemenuhan gizi masyarakat lewat makan bergizi gratis (MBG) sebagai langkah strategis.
"Program-program prioritas yang dijalankan pemerintah, seperti peningkatan kerukunan, pemberantasan korupsi, peningkatan mutu dan sarana-prasarana pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih, dan pemenuhan gizi masyarakat melalui makan bergizi gratis, merupakan langkah-langkah penting yang perlu diapresiasi demi mewujudkan bangsa yang lebih adil, sehat, dan sejahtera," ujar Hasan saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Peran Integritas Masyarakat dalam Kesuksesan Program
Namun, Hasan menekankan bahwa program-program tersebut tidak akan mencapai hasil optimal tanpa dukungan dari masyarakat yang berintegritas dan amanah. Dia menjelaskan bahwa program yang baik memerlukan sumber daya manusia yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
"Amanah manusia bukan hanya menjaga hubungan dengan sesama manusia, tapi juga menjaga keseimbangan alam," tambahnya. Hasan juga mengingatkan bahwa Idulfitri mengajarkan kemenangan sejati yang melahirkan perdamaian berkelanjutan bagi seluruh umat manusia.
Dukungan terhadap Diplomasi Kemanusiaan
Selain program domestik, Hasan turut mengapresiasi upaya diplomasi pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dia menilai partisipasi aktif Indonesia dalam forum perdamaian internasional mencerminkan komitmen nyata terhadap kemanusiaan dan keadilan global.
"Oleh karena itu, kita juga patut mengapresiasi berbagai langkah diplomasi kemanusiaan yang terus diupayakan oleh pemerintah dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia, termasuk komitmen yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina. Upaya ini tercermin dalam berbagai inisiatif diplomatik dan partisipasi aktif Indonesia dalam forum-forum perdamaian internasional," tuturnya.
Pentingnya Kejujuran dan Amanah bagi Bangsa
Dalam khutbahnya, Hasan juga menyoroti esensi puasa yang mendorong detoksifikasi batiniah, menegaskan bahwa agama tidak boleh sekadar menjadi ritual. Dia mengingatkan bahwa hilangnya kejujuran dan amanah dapat merusak akhlak suatu bangsa.
"Sesungguhnya sebuah bangsa tidak hancur karena kemiskinan, tetapi sering kali lumpuh karena hilangnya kejujuran dan amanah. Hilangnya kejujuran dan amanah menjadi sebab rusaknya akhlak. Oleh karena itu, Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak," ujarnya.
Hasan menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara yang beragam dengan berbagai suku, ras, dan agama, harus menjaga kerukunan dengan nilai keimanan, kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hujurat ayat 13.
Kehadiran Tokoh Nasional dalam Salat Idulfitri
Pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Istiqlal juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir bersama anaknya, Jan Ethes Sinarendra. Selain itu, turut hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Budaya Fadli Zo, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudi, hingga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kehadiran para pejabat tinggi ini menandakan pentingnya momen Idulfitri sebagai ajang silaturahmi dan refleksi bersama untuk kemajuan bangsa.



