Menag Buka Muktamar XXI Mathla'ul Anwar, Titip Pesan Masa Depan Umat
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi membuka Muktamar XXI Mathla'ul Anwar di Kota Serang, Banten. Dalam acara yang digelar di Plaza Aspirasi KP3B pada Sabtu, 11 April 2026, Menag menitipkan pesan penting mengenai masa depan umat yang harus diwujudkan oleh seluruh elemen bangsa.
Kolaborasi untuk Pembangunan Umat
Nasaruddin Umar menegaskan bahwa mempersiapkan umat masa depan bukanlah tugas yang dapat dilakukan sendiri oleh negara. Kerja sama dengan organisasi masyarakat keagamaan sangat krusial dalam proses pembangunan umat. "Mempersiapkan umat masa depan bukan sesuatu yang bisa dilakukan sendiri oleh negara, tetapi harus melalui kerja sama," ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin, 13 April 2026.
Pembukaan muktamar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, unsur TNI dan Polri, tokoh nasional, serta jajaran pimpinan Mathla'ul Anwar dari seluruh Indonesia.
Peran Historis Mathla'ul Anwar
Gubernur Banten Andra Soni menyoroti peran Mathla'ul Anwar sebagai bagian integral dari sejarah dan pembangunan peradaban umat di Indonesia. Organisasi ini telah berkontribusi sejak sebelum kemerdekaan, terutama dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis madrasah. "Mathla'ul Anwar bukan sekadar organisasi, tetapi warisan ulama dan pilar peradaban umat yang terus hidup dan berkembang," tegasnya.
Momentum Strategis Organisasi
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar, Embay Mulya Syarief, menegaskan bahwa Muktamar XXI merupakan momentum penting dalam sejarah organisasi. Dengan mengusung tema 'Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa', muktamar ini dirancang sebagai agenda strategis untuk memperkuat arah organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Ketua OC Muktamar XXI Mathla'ul Anwar, Asep Rohmatulloh, memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara sistematis. "Seluruh tahapan Muktamar disusun secara sistematis, mulai dari aspek administrasi, teknis pelaksanaan, hingga agenda persidangan, agar berjalan tertib, efektif, dan berkualitas," jelasnya. Pelaksanaan muktamar berlangsung dalam suasana aman dan kondusif, didukung oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen organisasi.
Konsolidasi Nasional dan Arah Ke Depan
Muktamar tahun ini berfungsi sebagai ruang konsolidasi nasional bagi seluruh kader untuk memperkuat arah gerakan organisasi di tengah dinamika global. Fokus utama meliputi penguatan kelembagaan dan kaderisasi. Ke depan, Mathla'ul Anwar diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Embay Mulya Syarief menambahkan, "Muktamar ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran umat dalam membangun bangsa." Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekadar agenda rutin, tetapi menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi keagamaan tersebut.



