Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Salah satu dosennya, Veryl Hasan, berhasil masuk dalam nominasi untuk mengikuti Lindau Nobel Laureate Meeting 2026. Ajang bergengsi ini merupakan pertemuan tahunan yang mempertemukan para peraih Nobel dengan peneliti muda dari seluruh dunia.
Prestasi Membanggakan
Veryl Hasan yang merupakan dosen di Fakultas Sains dan Teknologi Unair ini terpilih sebagai salah satu nominasi dari Indonesia. Keikutsertaannya dalam Lindau Nobel Laureate Meeting 2026 menjadi bukti bahwa penelitian yang dilakukan oleh akademisi Indonesia diakui secara global.
Proses Seleksi Ketat
Proses seleksi untuk menjadi peserta Lindau Nobel Laureate Meeting sangat ketat. Para nominasi dinilai berdasarkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta kontribusi mereka dalam bidang ilmu pengetahuan. Veryl Hasan berhasil melewati tahapan seleksi tersebut dan kini resmi menjadi nominasi.
Lindau Nobel Laureate Meeting 2026 dijadwalkan berlangsung di Jerman. Acara ini akan dihadiri oleh puluhan peraih Nobel dari berbagai bidang, seperti fisika, kimia, dan kedokteran. Para peserta muda akan berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para peraih Nobel, memperluas jaringan, serta mendapatkan inspirasi untuk penelitian mereka ke depan.
Dukungan Universitas
Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Veryl Hasan. Menurutnya, ini adalah prestasi yang membanggakan tidak hanya bagi Unair, tetapi juga bagi Indonesia. Ia berharap Veryl dapat memberikan kontribusi positif dalam pertemuan tersebut dan membawa ilmu pengetahuan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
Veryl Hasan sendiri mengaku sangat bersyukur dan bangga atas nominasi ini. Ia berharap dapat memberikan yang terbaik dalam Lindau Nobel Laureate Meeting 2026 dan menjalin kolaborasi dengan para ilmuwan dunia.
Manfaat bagi Pengembangan Ilmu
Partisipasi dalam Lindau Nobel Laureate Meeting diharapkan dapat membuka peluang bagi Veryl Hasan untuk mengembangkan penelitiannya lebih lanjut. Selain itu, pengalaman ini juga akan menjadi bekal berharga bagi dirinya dalam mengajar dan membimbing mahasiswa di Unair.
Keberhasilan Veryl Hasan ini diharapkan dapat memotivasi dosen dan peneliti lain di Indonesia untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat internasional. Unair sendiri terus mendukung para akademisinya untuk mengembangkan diri dan berkompetisi di kancah global.



