Ita Purnamasari dan Snada Rilis Lagu 'Taubat' Versi Akustik untuk Solidaritas Bencana Sumatera
Ita Purnamasari & Snada Rilis 'Taubat' untuk Bencana Sumatera

Kolaborasi Musik Religi untuk Solidaritas Bencana Sumatera

Penyanyi senior Ita Purnamasari dan grup nasyid ternama Snada telah meluncurkan kolaborasi istimewa berupa lagu religi "Taubat" dalam versi akustik yang penuh makna. Karya ini secara resmi diperkenalkan kepada publik dalam acara peluncuran yang digelar di Sasana Budaya Rumah Kita, Dompet Dhuafa, Jakarta, pada Kamis (26 Februari 2026).

Misi Spiritual dan Kemanusiaan di Bulan Ramadhan

Lagu "Taubat" versi akustik ini dihadirkan dengan dua tujuan utama yang saling melengkapi. Pertama, sebagai pengingat spiritual dan ajakan untuk introspeksi diri selama bulan suci Ramadhan. Kedua, menjadi media penguat kepedulian serta penggalangan donasi bagi para penyintas bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera.

Dompet Dhuafa tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah acara peluncuran, tetapi juga secara aktif menjadi charity partner dalam seluruh proses perilisan lagu ini. Lembaga filantropi tersebut membuka kanal digital khusus untuk menerima donasi dari masyarakat, yang seluruh hasilnya akan disalurkan secara langsung untuk membantu pemulihan korban bencana di Sumatera.

Sejarah dan Proses Kreatif Lagu "Taubat"

Lagu "Taubat" sebenarnya bukanlah karya baru, melainkan telah diciptakan sejak tahun 2005. Musiknya digarap oleh musisi dan produser ternama Dwiki Dharmawan, sementara liriknya ditulis oleh salah satu vokalis Snada, Teddy Tardiana. Sebelum versi akustik ini, lagu tersebut pernah dibawakan oleh Snada dalam format akapela yang khas.

Kolaborasi antara Ita Purnamasari dan Snada terwujud setelah grup nasyid tersebut kembali dari China dan memiliki inisiatif untuk menghadirkan "Taubat" dalam format baru yang lebih segar. Gagasan ini kemudian disambut positif oleh Dompet Dhuafa, sehingga berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas untuk kampanye kepedulian terhadap bencana di Sumatera.

Pesan Spiritual dan Ajakan Kemanusiaan

Dwiki Dharmawan dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa lagu "Taubat" lahir sebagai ruang jeda yang mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dari ritme hidup yang serbacepat. "Ramadhan sering menjadi momentum untuk menata kembali niat dan melihat ke dalam diri," ujarnya. Ia menambahkan bahwa lagu ini merefleksikan kebutuhan manusia untuk merenung dan berdoa, baik untuk diri sendiri maupun orang banyak.

Ita Purnamasari menyampaikan bahwa lagu tersebut merupakan ajakan untuk kembali kepada jalan yang benar selagi kesempatan masih terbuka. "Manusia adalah tempatnya salah. Tidak ada manusia yang luput melakukan kesalahan, dosa, ataupun khilaf. Jadi, selagi ada waktu, marilah kita bertaubat," pesan penyanyi yang dikenal dengan suara merdunya tersebut.

Solidaritas untuk Korban Bencana

Snada, yang terdiri dari Teddy Tardiana, Erwin Yahya, Mohammad Iqbal Taqiyudin, Lukman Snada, dan Ikhsan Snada, secara khusus mengajak publik untuk memperkuat solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Teddy menegaskan bahwa kolaborasi ini mencoba menghadirkan karya yang tidak hanya untuk didengar, tetapi juga dirasakan maknanya.

"Sebuah doa yang dinyanyikan, sebuah pengingat bahwa harapan tidak pernah tertutup. Mari kita bantu Sumatera dan daerah-daerah bencana melalui Dompet Dhuafa," seru Teddy dengan penuh harap. Video klip "Taubat" versi akustik ini telah dapat disaksikan melalui kanal Dompet Dhuafa TV (DDTV) sebagai bagian dari kampanye kemanusiaan yang lebih luas.

Kolaborasi yang melibatkan Ita Purnamasari, Snada, Pop Art, dan Dompet Dhuafa ini diposisikan sebagai panggilan nurani kolektif. Pesan yang dibawa bukan hanya tentang perbaikan diri secara spiritual, tetapi juga penumbuhan kepedulian sosial untuk menguatkan saudara-saudara di Sumatera yang sedang menghadapi ujian berat.