Babeh Haikal Sidak Pasar Kramat Jati, Dorong Pedagang Miliki Sertifikasi Halal
Babeh Haikal Sidak Pasar Kramat Jati untuk Sertifikasi Halal

Babeh Haikal Sidak Pasar Kramat Jati, Dorong Pedagang Miliki Sertifikasi Halal

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Babeh Haikal melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu sore, 29 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh pedagang dan jagal di pasar tersebut telah memiliki sertifikasi halal yang diperlukan.

Dialog Langsung dengan Pedagang

Dalam pantauan di lokasi, Babeh Haikal menyasar restoran yang berada di bagian dalam pasar. Dia berdialog langsung dengan para pedagang, menanyakan apakah mereka sudah memiliki sertifikasi halal atau belum. "Ntar hari Senen kita datang ke sini, kita ajarin gimana caranya mendapat sertifikat halalnya. Nanti kalau udah jadi ditempel di sini ya," kata Babeh Haikal saat berbincang dengan salah satu pedagang.

Dia menekankan komitmen BPJPH untuk memberikan bimbingan dan pelatihan agar proses sertifikasi dapat diakses dengan mudah oleh para pelaku usaha.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelatihan On the Spot untuk Jagal

Selanjutnya, Babeh Haikal menyatakan akan mengirim tim untuk memantau langsung para jagal yang melakukan penyembelihan hewan di pasar. Tujuannya adalah memastikan bahwa penyembelihan dilakukan dengan tata cara yang benar dan halal, sesuai dengan standar agama Islam.

"Kalau besok pagi ada tim yang bakal melihat untuk memastikan lagi gitu. Dan khusus untuk penyembelih di sini kami sudah melakukan on the spot training," jelasnya.

Pelatihan on the spot ini mencakup penjelasan tentang pentingnya mengucapkan bismillah saat menyembelih, menjaga higienitas, dan memiliki sertifikat Juru Sembelih Halal (Juleha). "Jadi on the spot, on the spot training-nya itu untuk menjelaskan bahwa motongnya pakai bismillah gitu, memperhatikan higienisnya gitu, memperhatikan sertifikatnya. Dia punya sertifikat Juleha namanya, Juru Sembelih Halal gitu," sambung Babeh Haikal.

Upaya Pelatihan Sejak Awal Tahun

Babeh Haikal mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2026, BPJPH telah aktif melakukan pelatihan penyembelihan halal bagi jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) dan pasar-pasar. "Jadi Januari lalu, Februari, kita udah latih. Kita undang semua tukang potong hewan, tukang potong ayam di pasar-pasar, kita latih. Kita didik. Yang penting kan halalnya," jelas dia.

Pelatihan ini difokuskan pada aspek halal dalam proses penyembelihan, yang merupakan elemen kunci untuk menjamin keamanan dan kesucian produk bagi konsumen muslim.

Meyakinkan DPR tentang Otoritas BPJPH

Upaya ini juga merupakan bagian dari strategi BPJPH untuk meyakinkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya Komisi VIII, bahwa tempat-tempat penyembelihan seperti RPH dan Rumah Potong Unggas (RPU) sepenuhnya berada di bawah kendali BPJPH sebagai otoritas pemberian sertifikasi halal.

"Jadi ini bagian dari upaya kami untuk meyakinkan DPR RI khususnya Komisi VIII bahwa RPH, RPU, tempat potong hewan, tempat potong unggas sepenuhnya berada di bawah BPJPH ya yang sebagai ya otoritas untuk pemberian halal gitu," ucap Babeh Haikal.

Dengan demikian, sidak ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pedagang, tetapi juga memperkuat posisi BPJPH dalam mengawal produk halal di Indonesia, memastikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat muslim.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga