Solihin Pilih Mudik Belakangan Demi Kejar Omzet Bakso Saat Lebaran
Solihin, seorang penjual bakso yang beroperasi di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengambil keputusan strategis untuk tetap membuka usahanya selama periode Lebaran. Alih-alih mudik lebih awal seperti kebanyakan orang, pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini memilih untuk menunda perjalanan pulang kampungnya hingga setelah hari raya usai.
Omzet Meningkat Signifikan di Hari Raya
Dalam wawancara di warung baksonya pada Sabtu, 21 Maret 2026, Solihin mengungkapkan alasan di balik keputusannya tersebut. "Oh selalu buka setiap Lebaran. Setelah lebaran baru kita mudik," ujarnya dengan tegas. Menurut pengakuannya, omzet yang bisa diraup selama hari raya Lebaran mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
"Iya bisa dua kali lipat dibanding hari biasa," jelas Solihin mengenai potensi pendapatan yang bisa diperolehnya. Perhitungan bisnis inilah yang membuatnya mempertahankan ritme kerja meski di tengah suasana libur nasional.
Jam Operasional dan Strategi Berjualan
Solihin menerapkan jam operasional khusus selama Lebaran. Warung baksonya dibuka setelah pelaksanaan Salat Id di pagi hari dan tetap beroperasi hingga pukul 22.00 WIB. Pola ini dijalankannya secara konsisten untuk memaksimalkan peluang penjualan.
Bukan hanya Solihin yang menerapkan strategi ini. Dia mengamati bahwa kebanyakan penjual bakso lainnya juga memilih tetap berjualan selama Lebaran. "Rata-rata tukang bakso pada jualan kalau Lebaran, karena penghasilannya memang banyak," tambahnya menjelaskan fenomena yang terjadi di kalangan pedagang sejenis.
Rencana Ke Depan dan Tren Bisnis Kuliner
Solihin berencana untuk terus membuka warung baksonya hingga masa libur Lebaran benar-benar usai. Keputusannya ini mencerminkan tren di kalangan pelaku usaha kuliner yang melihat momen Lebaran sebagai peluang emas untuk meningkatkan pendapatan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana para pedagang kaki lima dan usaha kecil menengah mengatur strategi bisnis mereka dengan mempertimbangkan pola konsumsi masyarakat selama hari raya. Pilihan untuk mudik belakangan menjadi konsekuensi logis dari prioritas ekonomi yang diambil oleh para pelaku usaha seperti Solihin.



