Perimeter Utara Bandara Soetta Jadi Tempat Makan Meski Ada Larangan
Perimeter Utara Bandara Soetta Tempat Makan Meski Larangan

Area perimeter utara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) belakangan ini menjadi sorotan. Pasalnya, kawasan yang seharusnya steril untuk keamanan penerbangan ini justru ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati kuliner dan pemandangan pesawat. Meskipun pihak bandara telah mengeluarkan larangan, aktivitas makan dan nongkrong di lokasi tersebut tetap berlangsung.

Fenomena Kuliner di Perimeter Utara

Sejumlah pedagang kaki lima dan warung tenda berjejer di sepanjang jalan perimeter utara. Mereka menjajakan aneka makanan, mulai dari mi goreng, sate, hingga minuman dingin. Pengunjung datang silih berganti, terutama pada sore hingga malam hari. Mereka tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga melihat pesawat yang hendak lepas landas atau mendarat dari jarak dekat.

Daya Tarik Pemandangan Pesawat

Salah satu daya tarik utama adalah pemandangan pesawat yang melintas di atas kepala. Banyak pengunjung yang mengaku senang bisa melihat pesawat dari jarak sangat dekat, sebuah pengalaman yang jarang didapatkan di tempat lain. Beberapa di antaranya bahkan membawa kamera untuk mengabadikan momen tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Larangan dari Pihak Bandara

PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara telah menegaskan bahwa area perimeter utara bukanlah tempat yang diperuntukkan bagi umum. Aktivitas di sana dianggap melanggar aturan keamanan penerbangan. Larangan tersebut tertuang dalam peraturan yang melarang masyarakat berada di area terlarang di sekitar bandara. Pihak bandara juga telah memasang papan peringatan dan melakukan patroli rutin.

Risiko Keamanan Penerbangan

Kehadiran warga di area perimeter dapat mengganggu operasional bandara. Selain itu, aktivitas seperti menerbangkan drone atau menggunakan laser pointer sangat dilarang karena bisa membahayakan pilot. Pihak berwenang khawatir bahwa kerumunan orang di dekat landasan pacu dapat memicu insiden yang tidak diinginkan.

Respon Masyarakat dan Pemerintah

Meski ada larangan, sebagian warga mengaku tidak mengetahui aturan tersebut. Mereka datang setelah melihat unggahan di media sosial yang menampilkan keindahan spot tersebut. Sementara itu, pemerintah daerah setempat berencana untuk menertibkan pedagang dan pengunjung yang nekat beraktivitas di perimeter utara. Sosialisasi mengenai bahaya dan sanksi hukum akan terus digencarkan.

Fenomena ini menunjukkan perlunya penegakan aturan yang lebih ketat serta penyediaan alternatif tempat wisata yang aman dan legal bagi masyarakat yang ingin menikmati pemandangan pesawat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga