BMKG Makassar dan Ambon Amati Hilal, Idul Adha Diprediksi Serentak 27 Mei
BMKG Amati Hilal, Idul Adha Diprediksi 27 Mei

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengumumkan potensi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Pengumuman ini disampaikan saat pengamatan hilal awal bulan Zulhijah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pengamatan Hilal di Makassar

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, mengatakan pengamatan hilal dilakukan saat matahari terbenam pada pukul 17.54 WITA dengan durasi observasi selama 24 menit. "Hari ini adalah hisab rukyat penentuan awal bulan Zulhijah. Jika hasil pengamatan menunjukkan hilal terlihat, maka besok sudah masuk tanggal 1 Zulhijah," kata Jamroni pada Minggu, 17 Mei 2026.

Berdasarkan perhitungan astronomi, tinggi hilal di Makassar mencapai 4,3 derajat, melampaui batas minimum kriteria MABIMS. Sementara sudut elongasi bulan tercatat 9,65 derajat, juga berada di atas ambang minimal 6,4 derajat. "Semua parameter MABIMS sudah terpenuhi. Artinya secara hisab, besok tidak perlu dilakukan istikmal karena sudah masuk 1 Zulhijah," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jamroni menyebut keberhasilan rukyat masih bergantung pada kondisi cuaca. Saat pengamatan berlangsung, langit Makassar dilaporkan mendung dengan awan tebal, sementara sejumlah wilayah sekitar seperti Gowa dan Takalar sudah diguyur hujan. "Kondisi cuaca memang kurang mendukung karena awan cukup tebal menutupi cahaya matahari. Tapi jika cuaca membaik, insyaallah hilal bisa teramati," katanya.

Secara astronomi, seluruh wilayah Indonesia telah mencatat ketinggian hilal positif. Di Papua, tinggi hilal tercatat sekitar 3,5 derajat, Makassar 4,3 derajat, hingga yang tertinggi di Banda Aceh mencapai 7,3 derajat. "Dari timur sampai barat Indonesia, semua nilai ketinggian hilal sudah positif. Tinggal menunggu hasil rukyat dari berbagai titik pengamatan yang nantinya akan menjadi pertimbangan dalam sidang isbat," ungkapnya.

Jika sidang isbat Kementerian Agama menetapkan awal Zulhijah pada 18 Mei 2026, maka Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. BMKG optimistis tidak akan ada perbedaan penetapan hari raya tahun ini. "Kalau sesuai perhitungan ini, insyaallah tidak ada perbedaan. Tapi tetap keputusan final menunggu sidang isbat pemerintah," pungkasnya.

Pemantauan Hilal di Ambon

Kementerian Agama Maluku dan BMKG Kelas I Ambon melakukan pemantauan awal bulan Zulhijah yang dipusatkan di Puncak Karang Panjang, Ambon, Maluku. Koordinator Tim Data dan Informasi BMKG, Sukartoyo, mengatakan hilal di langit Ambon saat matahari terbenam cukup tinggi, berkisar 4,442 derajat, dengan umur bulan 13 jam 21 menit dan 01 detik. Sementara sudut elongasi saat matahari terbenam berkisar pada 8,40 derajat.

Menurutnya, hilal mustahil terlihat karena posisi bulan dan matahari belum berada pada posisi yang sama. "Hilal di Ambon tergolong kecil dan sedang, jadi sulit terlihat," ujarnya pada Minggu, 17 Mei 2026. Meski begitu, ketinggian hilal dan elongasi di langit Ambon pada posisi empat derajat diperkirakan telah memenuhi syarat dalam kriteria MABIMS.

Cuaca di langit Ambon terlihat cerah, namun petugas yang mengamati dengan teropong sejak pukul 16.00 WIT belum melihat tanda-tanda kemunculan hilal. Posisi bulan masih di bawah ufuk. Meski hilal di bawah empat derajat dan sulit terlihat, namun ia mengklaim sudah memenuhi syarat dan kriteria MABIMS.

Kepala Bimas Islam Kementerian Agama Maluku, M. Yasir Ramadau, menuturkan pihaknya akan menyerahkan hasil pemantauan awal bulan Zulhijah 1447 H bersama BMKG dan Kemenag ke pemerintah pusat. "Hilal di Ambon masih berkisar 4,442 derajat, masih tinggi, nantinya kita serahkan hasilnya ke pemerintah pusat," katanya.

Sidang Isbat dan Prediksi Serentak

Rangkaian sidang isbat akan digelar di gedung Kemenag, Auditorium HM Rasjidi Jakarta Pusat. Kegiatan turut disiarkan di YouTube Kemenag dan Bimas Islam TV. Pemerintah Indonesia menetapkan awal bulan hijriah seperti Ramadan, Syawal, hingga Zulhijah menggunakan metode gabungan hisab dan rukyat untuk menghasilkan keputusan yang komprehensif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BMKG memperkirakan awal Zulhijah akan jatuh pada 18 Mei, sehingga Idul Adha atau 10 Zulhijah jatuh pada 27 Mei. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menjabarkan saat sidang isbat digelar, posisi hilal sudah cukup tinggi di seluruh Indonesia dan hampir di seluruh dunia. Berdasarkan perhitungan astronomi, kriteria penetapan awal Zulhijah di Muhammadiyah, pemerintah, hingga Arab Saudi diperkirakan sama-sama terpenuhi. "Maka KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Idul Adha 27 Mei 2026," ungkap Thomas pada Kamis, 14 Mei 2026.