Gen Z di Indonesia Tetap Setia pada Takjil Tradisional Selama Ramadhan
Berdasarkan studi terbaru dari Populix, sebuah platform riset pasar di Indonesia, generasi Z menunjukkan loyalitas tinggi terhadap takjil tradisional dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Survei ini melibatkan responden berusia 18 hingga 25 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan fokus pada preferensi kuliner saat berbuka puasa.
Hasil Survei Menunjukkan Dominasi Takjil Tradisional
Data dari studi Populix mengungkapkan bahwa 78% responden Gen Z lebih memilih takjil tradisional seperti kolak, es buah, kurma, atau gorengan dibandingkan dengan makanan modern atau impor. Hanya sekitar 15% yang cenderung memilih takjil kontemporer seperti dessert kekinian atau minuman boba, sementara sisanya tidak memiliki preferensi khusus.
Alasan utama di balik pilihan ini adalah rasa nostalgia dan koneksi budaya. Banyak responden mengaku bahwa takjil tradisional membangkitkan kenangan masa kecil dan dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman Ramadhan. Selain itu, faktor kesehatan juga berperan, dengan beberapa responden menyebutkan bahwa takjil tradisional sering kali dianggap lebih alami dan minim bahan pengawet.
Tren Kuliner Ramadhan di Kalangan Generasi Muda
Meskipun setia pada takjil tradisional, studi ini juga mencatat bahwa Gen Z tetap terbuka terhadap inovasi dalam penyajian. Misalnya, beberapa responden menyukai variasi modern dari takjil klasik, seperti kolak dengan topping kreatif atau es buah dengan campuran buah-buahan impor. Namun, inti dari tradisi ini tetap dipertahankan.
Survei Populix juga menyoroti bahwa aktivitas berbuka puasa sering kali menjadi momen sosial bagi Gen Z. Mereka cenderung menikmati takjil bersama keluarga atau teman, memperkuat ikatan sosial selama Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa takjil tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga sarana untuk menjaga tradisi dan kebersamaan.
Implikasi bagi Pelaku Usaha Kuliner
Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pelaku usaha kuliner di Indonesia. Dengan loyalitas Gen Z pada takjil tradisional, ada peluang untuk mengembangkan produk yang memadukan elemen tradisional dengan sentuhan modern, tanpa menghilangkan esensi aslinya. Misalnya, menawarkan takjil kemasan praktis namun tetap autentik, atau menyelenggarakan acara berbuka puasa yang mengangkat kuliner lokal.
Studi Populix ini dilakukan pada awal tahun 2026, dengan metode survei online yang mencakup sampel representatif dari populasi Gen Z di Indonesia. Hasilnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam mempromosikan warisan kuliner Indonesia selama Ramadhan.
