Wamensos Ajak Warga Jaga Sejarah di Haul Sultan Maulana Hasanuddin ke-465
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menghadiri Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin ke-465 M/470 H di Alun-Alun Masjid Agung Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Ribuan masyarakat berkumpul dalam rangkaian kegiatan yang diisi dengan istigasah, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, festival budaya, hingga tabligh akbar yang menghadirkan para ulama dan tokoh masyarakat.
Pesan Jas Merah dari Wamensos
Dalam sambutannya, Agus Jabo mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah sebagai pijakan dalam membangun masa depan bangsa. "Bapak Presiden selalu menyampaikan, 'jas merah', jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sultan Maulana Hasanuddin adalah sejarah yang harus kita jaga dan kita ambil hikmahnya," ujar Agus Jabo dalam keterangannya.
Ia menegaskan nilai-nilai yang diwariskan Sultan Maulana Hasanuddin tidak hanya relevan pada masanya, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Menurutnya, kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin mencerminkan tiga pilar utama yang menjadi dasar peradaban, yakni:
- Kekuatan politik
- Spiritualitas keagamaan
- Kemandirian ekonomi
"Tiga pilar itu saat ini tersimbol pada istana sebagai pusat pemerintahan, masjid sebagai pusat spiritualitas, dan pasar sebagai pusat perekonomian. Inilah konsep kehidupan berbangsa yang sudah diwariskan sejak dulu," jelasnya.
Momentum untuk Kebangkitan Kearifan Lokal
Selain itu, Agus Jabo menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa timur memiliki karakter yang tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual dan agama. Hal tersebut tercermin dalam konsep Negara Kertagama, di mana kemakmuran dan kejayaan bangsa berakar pada keluhuran nilai-nilai kehidupan.
"Dalam momentum haul ini, mari kita bangkitkan kembali kearifan-kearifan lokal dan keluhuran para leluhur kita agar bangsa ini memiliki jati diri yang kuat," katanya.
Ia juga menyebut peringatan haul bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan masyarakat. "Malam ini adalah malam manunggal, menyatunya masyarakat dengan para pemimpinnya, dengan para ulama. Inilah basis dari persatuan kita yang harus terus dijaga," ungkapnya.
Ajakan untuk Persatuan dan Gotong Royong
Lebih lanjut, Agus Jabo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai kunci mewujudkan cita-cita bangsa. "Dengan persatuan nasional dan semangat gotong royong, kita mampu mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur," tegasnya.
Agus Jabo juga mendukung agar Haul Sultan Maulana Hasanuddin dapat diteruskan sebagai bagian dari agenda strategis daerah, bahkan berpotensi menjadi Kalender Event Nasional (KEN).
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Wali Kota Serang Budi Rustandi, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, para ulama Banten dan kepala OPD se-Provinsi Banten.



