Waldjinah Bertekad Kuat Ajarkan Keroncong ke Generasi Muda di Solo
Waldjinah Ajarkan Keroncong ke Generasi Muda di Solo

Di Kota Solo, semangat Waldjinah untuk melestarikan musik keroncong tetap menyala meski usia dan kondisi fisiknya tak lagi muda. Sang maestro keroncong ini memiliki keinginan besar untuk menularkan ilmu dan kecintaannya pada musik tradisional tersebut kepada generasi penerus.

Komitmen untuk Regenerasi

Bambang Heri Santoso, putra sulung Waldjinah, mengungkapkan tekad kuat ibunya dalam sebuah wawancara pada Rabu, 21 Januari 2026. "Ibu itu pingin mengajar untuk memberikan regenerasi supaya anak-anak muda tetap menyukai keroncong dan lagu Jawa," jelas Bambang dengan penuh hormat terhadap dedikasi ibunya.

Sanggar Musik Gratis di Rumah

Keseriusan Waldjinah dalam misi pelestarian ini bukan sekadar wacana. Ia telah membuktikannya dengan tindakan nyata, yaitu membuka sanggar musik keroncong secara cuma-cuma di kediamannya sendiri. Siapa pun yang berminat dipersilakan datang untuk belajar bernyanyi keroncong langsung dari sang legenda.

Inisiatif ini menunjukkan betapa pentingnya regenerasi dalam seni tradisional bagi Waldjinah. Ia tidak ingin musik keroncong, yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Jawa, punah ditelan zaman. Dengan membuka pintu rumahnya lebar-lebar, ia berharap dapat menciptakan ruang belajar yang akrab dan mendalam bagi para pemuda.

Upaya Waldjinah ini juga sejalan dengan kolaborasinya sebelumnya, seperti saat menggandeng Yunan Helmi untuk menyajikan versi kekinian dalam lagu Bengawan Solo. Hal itu membuktikan bahwa ia terbuka terhadap inovasi, asalkan esensi keroncong tetap terjaga.

Di tengah arus globalisasi yang kian deras, langkah Waldjinah layak diapresiasi sebagai upaya konkret menjaga warisan budaya. Semoga semangatnya menginspirasi lebih banyak anak muda untuk mencintai dan melestarikan keroncong sebagai bagian dari kekayaan nusantara.