Perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali memakan korban jiwa. Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tragis ini. Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, mengonfirmasi data terbaru tersebut kepada detikcom pada Senin (18/5/2026).
Korban Luka dan Pengungsi
Selain korban tewas, sebanyak 19 orang mengalami luka-luka. Tiga di antaranya menderita luka berat, sementara 16 orang lainnya luka ringan. Para korban luka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan jumlah bangunan yang dirusak atau dibakar selama konflik berlangsung. Namun, dilaporkan bahwa sebanyak 789 warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Rincian pengungsi menunjukkan bahwa 369 orang di antaranya adalah orang dewasa, 298 anak-anak, dan 122 lansia. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 315 pria dan 476 wanita yang mengungsi.
Kronologi Bentrokan
Bentrokan ini melibatkan dua kelompok suku, yaitu Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma). Mereka terlibat pertempuran menggunakan senjata tajam dan panah. Awalnya, bentrokan terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya, pada Kamis (14/5/2026). Namun, konflik dengan cepat meluas ke sejumlah lokasi lain di Jayawijaya hingga Jumat (15/5/2026).
Pemerintah daerah dan aparat keamanan terus berupaya meredakan situasi dan memberikan bantuan bagi para korban serta pengungsi. Wamendagri sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memulihkan situasi keamanan di Wamena.



