Pram Ancam Cabut KJP dan Bansos Pelaku Pencurian Besi JPO
Pram Ancam Cabut KJP dan Bansos Pelaku Curi Besi JPO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan ultimatum tegas kepada para pelaku pencurian besi di fasilitas umum, seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) dan taman. Ia menegaskan bahwa pelajar yang terbukti mencuri akan dicabut kepesertaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos).

Pencurian Besi Marak di Berbagai Titik Jakarta

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono menanggapi maraknya kasus pencurian pagar besi yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta, antara lain di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, dan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Aksi pencurian ini viral di media sosial, di mana para pelaku beraksi secara terang-terangan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan kecurigaan warga.

“Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO,” kata Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sanksi Administratif bagi Pelaku Penerima Bantuan

Pramono mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku. Selain sanksi pidana, ia menyiapkan sanksi administratif bagi pelaku yang merupakan penerima fasilitas dari pemerintah. “Saya sudah menyampaikan di internal, bagi siapa pun yang melakukan itu, kalau dia pelajar maka KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan,” tegasnya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk efek jera dan tanggung jawab moral, mengingat fasilitas umum dibiayai oleh pajak masyarakat dan bantuan sosial diberikan untuk kesejahteraan warga yang membutuhkan.

Pemanfaatan CCTV untuk Identifikasi Pelaku

Pramono juga meminta aparat kepolisian untuk mendalami kasus pencurian tersebut dengan memanfaatkan kamera pengawas atau CCTV yang telah terpasang di hampir seluruh JPO di Jakarta. “Dan sekarang ini hampir semua JPO kan sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya, mudah-mudahan bisa kita tangkap,” ujarnya.

Menurut Pramono, keberadaan CCTV diharapkan dapat mempermudah proses identifikasi hingga penangkapan pelaku. Ia juga berharap aksi pencurian fasilitas umum yang merugikan masyarakat tidak terulang kembali.

Kronologi Pencurian di Kampung Melayu

Sebelumnya, pagar besi di taman bawah kolong jalan layang (flyover) Kampung Melayu, Jakarta Timur, raib dicuri. Warga setempat bernama Ana (38) mengatakan bahwa pencurian terjadi dalam empat hari terakhir. “Seminggu lalu, pagarnya masih ada, tapi beberapa hari ini, sekitar tiga sampai empat hari sudah habis, cepat sekali hilangnya pagarnya sama pencuri,” katanya di flyover Kampung Melayu, Jakarta, dilansir Antara, Selasa (7/7).

Aksi 'rayap besi' yang dilakukan secara buka-bukaan ini terekam dan viral di media sosial. Para pelaku beraksi pada waktu tertentu tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga