Perjuangan Rika Fitri Menghidupi 17 Ular Piton dengan Menari
Seorang wanita asal Jombang, Jawa Timur, menjalani profesi unik sebagai penari ular demi memenuhi kebutuhan hidup belasan reptil peliharaannya. Rika Fitri, yang berusia 40 tahun, mengaku memiliki 17 ekor ular piton yang harus dirawat dengan penuh dedikasi.
Asal Usul Kecintaan pada Reptil
Rika merupakan warga Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Ketertarikannya pada dunia reptil sudah dimulai sejak masa kecilnya. "Awalnya itu penasaran, terus suka. Lalu dapat rezeki terus beli. Awalnya cuman punya satu, terus dikembangkan," tutur Rika mengenai awal mula ia memelihara ular.
Perjalanan pemeliharaan ularnya dimulai pada tahun 2020 ketika ia membeli seekor Piton Golden Child berwarna hitam. Kini, koleksinya telah berkembang pesat menjadi 17 ekor dengan berbagai jenis yang beragam, meliputi:
- Sanca kembang
- Tiger
- Ivory
- Albino
Rutinitas Perawatan yang Ketat
Rika menjalankan rutinitas perawatan yang sangat teratur untuk menjaga kesehatan ular-ularnya. Setiap hari, ia membersihkan kandang khusus yang ditempatkan di dalam rumah agar tidak mengganggu aktivitas keluarga. Selain itu, ular-ular tersebut dimandikan tiga hari sekali untuk memastikan kebersihan mereka tetap terjaga.
Biaya pemeliharaan yang harus ditanggung Rika cukup besar. Dalam satu minggu, 17 ular piton tersebut menghabiskan sekitar 15 hingga 20 ekor ayam tiren yang dibeli dari peternak sekitar. "Umpannya ngasih makannya bareng ya bisa sampai 20 ekor. Karena kalau ular yang 5 meter bisa sampai 2 ekor ayam," jelas Rika mengenai pola makan reptil-reptilnya.
Secara finansial, biaya pakan ini diperkirakan mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu setiap bulannya. Angka yang tidak kecil untuk dipertahankan secara konsisten.
Profesi Penari Ular sebagai Sumber Penghasilan
Untuk memenuhi kebutuhan finansial tersebut, Rika mengandalkan keahliannya sebagai penari ular. Profesi ini telah digelutinya sejak lulus SMA pada tahun 2005, menunjukkan komitmen yang panjang dalam dunia seni pertunjukan dengan reptil.
Keputusan Rika untuk menjadi penari ular bukan sekadar pilihan karir, melainkan sebuah bentuk pengorbanan dan dedikasi terhadap hewan peliharaannya. Setiap pertunjukan yang dilakukannya tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi 17 ekor ular piton yang menjadi tanggung jawabnya.
Cerita Rika ini mengungkapkan sisi lain dari kehidupan masyarakat di Jombang, di mana kecintaan pada hewan dapat mengarah pada pilihan profesi yang tidak biasa. Perjuangannya dalam menyeimbangkan antara passion terhadap reptil dan kebutuhan finansial menjadi inspirasi tentang dedikasi dalam merawat makhluk hidup.



