Kilas Balik Hiram Bingham, Arkeolog yang Menemukan Machu Picchu di Peru
Bagi penggemar serial film Indiana Jones, tokoh arkeolog yang gemar mencari teka-teki kota kuno mungkin hanya dianggap sebagai karakter fiksi yang ikonik. Namun, di dunia nyata, ada sosok nyata yang petualangannya tak kalah menegangkan: Hiram Bingham, arkeolog yang menemukan Machu Picchu, situs Inca kuno di Peru.
Siapa Hiram Bingham?
Dikutip dari laman ensiklopedia Britannica, Hiram Bingham lahir pada 19 November 1875 di Honolulu, Hawaii. Sejak kecil, ia belajar mendaki gunung dari ayahnya, seorang misionaris terkenal di Pasifik. Keterampilan ini kelak sangat membantunya dalam penelitiannya tentang peradaban Inca.
Bingham merupakan anggota fakultas sejarah di Universitas Yale dari tahun 1909 hingga 1924. Pada tahun 1906, demi meningkatkan kemampuannya dalam mengajar sejarah Amerika Latin, ia menempuh rute Andes yang dilalui Simón Bolívar pada 1819 dari Venezuela ke Kolombia. Dua tahun kemudian, ia mengikuti rute perdagangan Spanyol kuno melalui Andes dari Buenos Aires, Argentina, ke Lima, Peru.
Ekspedisi Mencari Kota yang Hilang
Pada Juli 1911, Bingham memimpin ekspedisi arkeologi Yale dengan tujuan utama menemukan Vilcabamba, yang dikenal sebagai "kota Inca yang hilang". Vilcabamba diyakini sebagai benteng gunung rahasia yang digunakan selama pemberontakan abad ke-16 melawan kekuasaan Spanyol.
Bingham mengunjungi beberapa situs Inca di kawasan pegunungan Andes, Peru. Terkadang, ia sampai harus mempertaruhkan nyawanya dalam perjalanan yang penuh bahaya, mirip dengan aksi Indiana Jones dalam film.
Pada tanggal 24 Juli 1911, Bingham dipandu oleh seorang penduduk setempat yang berbahasa Quechua, Melchor Arteaga, menuju reruntuhan Machu Picchu. Di sana, ia menemukan sisa-sisa bangunan batu yang terawat dengan baik dan sangat terkesan dengan kemiripan salah satu struktur dengan Kuil Matahari di Cuzco.
Penemuan dan Penggalian Machu Picchu
Machu Picchu merupakan situs reruntuhan Inca kuno yang terletak sekitar 80 km barat laut Cuzco, Peru, di Pegunungan Cordillera de Vilcabamba di Andes. Situs ini bertengger di atas lembah Sungai Urubamba di area sempit antara dua puncak tajam: Machu Picchu ("Puncak Lama") dan Huayna Picchu ("Puncak Baru"), dengan ketinggian 2.350 meter.
Pada tahun 1912, Bingham memimpin ekspedisi penggalian Machu Picchu dan kembali ke sana pada 1915. Ia semakin yakin bahwa Machu Picchu adalah Vilcabamba yang ia cari. Sebagai salah satu dari sedikit reruntuhan pra-Kolombia utama yang ditemukan hampir utuh, Machu Picchu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983.
Petualangan Bingham tidak hanya mengungkap sejarah kuno, tetapi juga menginspirasi banyak orang dengan semangat eksplorasi yang gigih. Kisahnya menjadi bukti bahwa petualangan nyata bisa sehebat fiksi, menjadikannya sosok yang layak disebut sebagai Indiana Jones di dunia nyata.



