Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud) resmi meluncurkan Lomba Konten Video Kreatif bertajuk 'Aku dan Budayaku' sebagai upaya melibatkan partisipasi aktif generasi muda dalam mengangkat keragaman budaya Nusantara. Acara ini diselenggarakan melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital serta Museum dan Cagar Budaya.
Peluncuran Lomba oleh Menteri Kebudayaan
Dalam taklimat media yang berlangsung di Gedung E Kemenbud, Senayan, Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa lomba ini merupakan bentuk pelestarian identitas bangsa. Menurut Fadli, konten digital yang dinamis dapat menjadi kanal strategis untuk merespon minat masyarakat terhadap diversitas budaya Indonesia.
"Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan cultural megadiversity, di mana budaya kita sangat kaya dan beragam. Dengan konten video kreatif, kita ingin membawa masyarakat umum dan pelajar untuk berinteraksi dengan situs-situs budaya dan museum yang ada di daerahnya masing-masing," imbuh Fadli dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Mendorong Kreativitas Digital Generasi Muda
Fadli menjelaskan bahwa generasi muda kini sudah sangat familiar dalam memanfaatkan ruang digital serta membuat konten edukatif. Berangkat dari hal tersebut, Kemenbud mendorong kreativitas digital generasi muda untuk mempromosikan situs sejarah dan museum di daerah masing-masing.
"Lomba ini sangat berpotensi untuk menggerakkan minat budaya di ruang-ruang digital. Dalam perspektif budaya, lomba ini dapat menjadi ajang untuk mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen konten budaya, tetapi juga menjadi kreator, pelaku, sekaligus duta budaya di ruang digital," ungkap Fadli.
Tema dan Kategori Lomba
Lomba Konten Video 'Aku dan Budayaku' mengusung tema 'Museum dan Cagar Budaya di Daerahku'. Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026. Peserta lomba terbagi dalam dua kategori, yaitu umum dan pelajar atau mahasiswa di seluruh Indonesia. Informasi mengenai syarat dan ketentuan lomba dapat diakses melalui situs lombaakudanbudayaku.com.
Platform dan Hadiah
Lomba ini memanfaatkan tiga platform media sosial, yakni YouTube, Instagram, dan TikTok. Para pemenang akan mendapatkan insentif berupa total hadiah puluhan juta rupiah. Fadli mendorong generasi muda untuk menghasilkan karya yang kreatif, informatif, sekaligus inspiratif, serta mampu menghadirkan kembali museum dan cagar budaya sebagai sesuatu yang dekat, menarik, dan membanggakan.
"Melalui Lomba Konten Budaya 'Aku dan Budayaku', kami mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi kreator, pelaku, sekaligus duta budaya di ruang digital," kata Fadli.
Dukungan dari Dirjen Kebudayaan
Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menekankan bahwa lomba ini dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mencintai museum dan cagar budaya daerah masing-masing. "Karya-karya digital dalam lomba ini juga dapat menggerakkan kepedulian museum-museum daerah hingga membangun komunitas pecinta budaya," tutur Mahendra.
Taklimat media ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis; Staf Khusus Menteri bidang Media dan Komunikasi Publik Asrian Mirza; Direktur Pengembangan Budaya Digital Insan Abdirrohman; Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin; Tim Ahli Menteri Mahfudi; serta Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum Putu Supadma Rudana, beserta jajaran Kemenbud.



