Menteri Kebudayaan Tinjau Museum Tertua Indonesia, Dorong Transformasi Digital
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Museum Radya Pustaka di Surakarta pada Sabtu, 28 Maret 2026. Museum yang didirikan pada 28 Oktober 1890 ini merupakan museum tertua di Indonesia dan menyimpan koleksi berharga seperti manuskrip kuno, artefak budaya Jawa, wayang, keris, dan gamelan.
Apresiasi Koleksi Bernilai Tinggi
Dalam kunjungannya, Fadli Zon mengapresiasi koleksi Museum Radya Pustaka yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan sangat tinggi. Ia menekankan pentingnya penguatan tata pamer, alur cerita, serta adaptasi digital agar museum semakin menarik dan relevan, khususnya bagi generasi muda.
"Koleksi Museum Radya Pustaka ini sangat penting, mulai dari artefak hingga manuskrip yang bernilai tinggi. Penataan dan penyajiannya perlu diperkuat agar lebih menarik," ujar Fadli dalam keterangan tertulis.
Fokus pada Pengalaman Pengunjung dan Generasi Muda
Fadli menambahkan bahwa peningkatan kualitas pengalaman pengunjung menjadi kunci dalam mendorong minat masyarakat untuk datang ke museum. "Penguatan storytelling dan sentuhan digital menjadi hal yang penting agar museum bisa lebih dekat dengan generasi muda, terutama Gen Z," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan masa lalu, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk memahami masa kini dan membangun masa depan. Fadli mendorong agar museum terus dikembangkan sebagai etalase budaya dan peradaban bangsa, sekaligus ruang yang mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap jati diri dan sejarah Indonesia.
Profil Museum Radya Pustaka
Museum Radya Pustaka dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan berbagai warisan budaya Jawa, termasuk:
- Naskah kuno berbahasa Jawa
- Wayang kulit
- Arca peninggalan Hindu-Buddha
- Berbagai benda budaya yang mencerminkan perkembangan peradaban di Jawa
Keberadaan museum ini menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian sejarah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat luas.
Dampingi Kunjungan
Dalam kunjungannya, Fadli Zon didampingi oleh:
- Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto
- Keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
- Perwakilan pemerintah kota Surakarta
Turut hadir jajaran Kementerian Kebudayaan, termasuk Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, serta pejabat lainnya seperti Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda, dan Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja.



