Berkah Lebaran di TPU Tanah Kusir: Kisah Rian Pembersih Makam yang Ikhlas
Berkah Lebaran di TPU Tanah Kusir: Kisah Rian Pembersih Makam

Berkah Lebaran di TPU Tanah Kusir: Kisah Rian Pembersih Makam yang Ikhlas

Di antara deretan makam yang sunyi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, seorang pria bernama Rian duduk dengan tenang. Tangannya memegang sapu yang menjadi senjatanya sehari-hari, menanti peziarah yang membutuhkan jasanya untuk membersihkan makam keluarga mereka. Suasana Lebaran Idulfitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026, membawa nuansa berbeda bagi Rian, yang sejak pagi hari telah berada di lokasi tersebut.

Rutinitas Membersihkan Makam di Hari Raya

Rian tiba di TPU Tanah Kusir usai menunaikan Salat Id di pagi hari. Bagi dirinya, momen Ramadan dan Lebaran kali ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga sumber rezeki yang membawa berkah. "Iya, berkah dah tuh. Kalau misalkan kayak munggahan, ya paling ramainya kayak sebelum puasa sama ini Lebaran," ungkap Rian saat berbincang mengenai aktivitasnya.

Sebelum bulan Ramadan tiba, Rian telah memulai pekerjaannya membersihkan makam-makam di TPU tersebut. Tugasnya mencakup berbagai hal, mulai dari memotong rumput yang tumbuh liar hingga menyapu dedaunan kering yang bertebaran. "Kalau misalkan hari Lebaran kayak begini, ya kita paling bersih-bersih kayak begini doang, nyapu-nyapu, ngepel," jelasnya mengenai rutinitas yang dilakukannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelayanan Ikhlas Tanpa Tarif Tetap

Ketika peziarah datang, Rian sering kali menawarkan bantuannya tanpa mematok harga tertentu. Prinsipnya sederhana: seikhlasnya saja. Ia menerima berapa pun upah yang diberikan oleh para peziarah, mulai dari Rp10 ribu, Rp20 ribu, hingga jumlah yang lebih besar. "Seikhlasnya aja," beber Rian, menekankan bahwa niat utamanya adalah membantu, bukan sekadar mencari keuntungan.

Setelah Salat Id, Rian langsung menuju ke makam dan bersiap menyambut kedatangan peziarah. Biasanya, TPU Tanah Kusir ramai dikunjungi selama Lebaran, dengan puncak keramaian terjadi pada hari H hingga H+2. "Tapi dari H+3 ke sananya itu mulai sepi. Orang-orang yang kerja juga udah mulai pulang," tuturnya mengenai pola kunjungan peziarah.

Rencana Ke Depan dan Makna Tradisi

Rian berencana untuk terus mencari rezeki di TPU Tanah Kusir hingga sore hari, dan besok ia akan kembali lagi dengan menjajakan jasa yang sama. Kisahnya mencerminkan salah satu tradisi Lebaran di Indonesia, di mana ziarah kubur menjadi momen penting untuk mengenang keluarga yang telah meninggal.

Kehadiran pembersih makam seperti Rian tidak hanya membantu menjaga kebersihan tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga menjadi bagian dari siklus kehidupan yang penuh makna. Dalam kesederhanaan pelayanannya, tersimpan nilai-nilai keikhlasan dan kebersamaan yang khas selama perayaan Idulfitri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga