Fenomena Kidult di Indonesia: Bapak-Bapak Gila Mainan Tamiya dan Beyblade
Pernahkah Anda memperhatikan dalam ajang kompetisi mainan seperti Tamiya atau Beyblade, pesertanya justru didominasi oleh bapak-bapak? Atau saat mengunjungi pameran mainan, yang datang kebanyakan adalah orang dewasa? Fenomena unik ini kini menjadi sorotan media internasional, khususnya dari Jepang.
Laporan Nikkei Asia: Mainan Masa Kini untuk Dewasa
Media Jepang, Nikkei Asia, baru-baru ini secara khusus mengangkat artikel berjudul "In Indonesia, Grown Men Race the Japanese Toys They Once Couldn't Afford" pada 14 Maret 2026. Artikel tersebut membahas secara mendalam komunitas bapak-bapak Indonesia yang menggandrungi mainan Tamiya, sebuah tren yang mencerminkan pergeseran budaya konsumsi di tanah air.
Ini adalah wajah peradaban ekonomi baru kita: Tren Kidult. Pergeseran tektonik dalam lanskap pasar global ini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Istilah "Kidult", yang merupakan gabungan dari kid (anak-anak) dan adult (dewasa), menggambarkan orang dewasa, terutama dari generasi Gen Z dan Milenial, yang dengan sadar merangkul kembali kesenangan masa kecil mereka.
Komunitas Bapak-Bapak dan Nostalgia Mainan
Fenomena ini tidak hanya terjadi di kompetisi Tamiya, tetapi juga meluas ke mainan lain seperti Beyblade. Banyak bapak-bapak yang kini aktif dalam komunitas balap mainan, mengadakan pertemuan rutin, dan bahkan berinvestasi dalam koleksi mainan berkualitas tinggi. Hal ini menunjukkan bagaimana nostalgia masa kecil dapat menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.
Di Indonesia, tren Kidult ini juga didorong oleh faktor sosial-ekonomi. Banyak dari para bapak-bapak ini dahulu tidak mampu membeli mainan seperti Tamiya saat masih kecil, sehingga kini mereka memenuhi keinginan tersebut sebagai orang dewasa dengan penghasilan yang lebih stabil. Ini menciptakan pasar baru yang dinamis bagi industri mainan dan hiburan.
Dampak Ekonomi dan Budaya
Tren Kidult membawa dampak positif bagi perekonomian, dengan meningkatnya penjualan mainan dewasa, event kompetisi, dan produk terkait. Selain itu, fenomena ini juga memperkaya budaya populer Indonesia, menciptakan ruang bagi interaksi sosial yang unik di antara generasi yang berbeda.
Dengan demikian, komunitas bapak-bapak penggemar Tamiya dan Beyblade bukan sekadar hobi biasa, tetapi bagian dari gelombang global yang mengubah cara kita memandang konsumsi dan hiburan di era modern.



