UGM dan UII Respons Kabar Rumah Pahlawan Nasional Sardjito Dijual
UGM-UII Respons Rumah Pahlawan Sardjito Dijual

Yogyakarta, CNN Indonesia -- Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan tanggapan terkait kabar bahwa rumah peninggalan pahlawan nasional, Prof. dr. M. Sardjito, di Terban, Kota Yogyakarta, diklaim telah ditawarkan untuk dijual kepada kedua kampus tersebut.

Respons UGM dan UII

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, saat dikonfirmasi mengaku akan mengecek informasi tersebut terlebih dahulu. "Saya akan diskusikan nggih. Belum ada info ke saya," kata Made Andi kepada wartawan pada Kamis (14/5/2026).

Senada dengan UGM, Rektor UII Fathul Wahid juga mengatakan akan mengonfirmasi hal ini ke yayasan yang menaungi kampus. "Matur nuwun untuk informasinya. Saya teruskan ke Yayasan njih. Pembelian properti di luar kewenangan rektor," ujar Fathul.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lokasi dan Rencana Penjualan

Rumah warisan Sardjito ini terletak di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Sebelumnya, pihak ahli waris dan kerabat disebut telah sepakat untuk melepas rumah tersebut dengan alasan perawatan dan pelestarian bangunan yang lebih memadai.

Kerabat Sardjito, Budhi Susanto (70), yang kini menghuni rumah itu, menuturkan bahwa dirinya telah menawarkan bangunan serta lahan warisan ke 10 pihak. Dua di antaranya adalah UGM dan UII. Dari semua pihak itu, Budhi mengatakan pihaknya paling berharap UGM atau UII bersedia membeli rumah tersebut.

Harapan untuk Masa Depan Rumah

Budhi membayangkan rumah itu kelak menjadi museum Sardjito, atau bahkan kembali difungsikan sebagai rumah dinas rektor. Sardjito sendiri selain dikenal sebagai pahlawan nasional RI, juga merupakan rektor pertama UGM dan rektor ketiga UII.

"Paling mulia rumah ini dipakai hunian pribadi atau dibeli UGM atau UII dipakai rumah sejarah. Kalau UGM jelas bisa dipakai rumah dinasnya antar Rektor, kalau UII nanti terserah apa wong dulu Pak Sardjito jadi Rektor UII ya kan," harapnya.

Budhi enggan menyebut harga pasti rumah tersebut. "Ya M (miliar) lah," ucap Budhi. Dengan lokasi strategis di pusat kota, ia yakin rumah itu tetap memiliki banyak peminat. Namun ada satu hal yang ingin benar-benar ia hindari: rumah itu berubah menjadi kafe seperti bangunan-bangunan di sekitarnya.

"Ya tentunya (setelah pindah tangan) direnovasi dengan baik ya. Atau dipakai Museum Profesor dr. Sardjito ya. Atau dipakai rumah bakti sosial semacam Puskesmas. Jadi tiga-tiganya tuh rohnya Pak Sardjito semua," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga