Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengubah Taman Puring di Jakarta Selatan menjadi ruang terbuka hijau yang ramah bagi penyandang disabilitas. Penataan area seluas kurang lebih 3.000 meter persegi ini akan menjadikannya sebagai taman difabel pertama di wilayah Jakarta Selatan.
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. "Ketika Bapak Wali Kota Jakarta Selatan menyampaikan kepada saya untuk melakukan menata Taman Puring, maka saya memberikan support dan menyetujui," ujarnya di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/5). "Taman Puring akan kita gunakan menjadi Taman Difabel di Jakarta Selatan," sambungnya.
Antusiasme Warga Terhadap Fasilitas Publik
Pramono mengatakan, rencana ini sejalan dengan tingginya antusiasme warga terhadap fasilitas publik, seperti yang terlihat di Taman Bendera Pusaka. "Karena di sini Taman Bendera Pusaka sekarang ini sudah begitu mendapatkan apresiasi dan pengunjung yang cukup besar," ujar Pramono.
Proses Pemindahan Pedagang
Pramono memastikan tahap awal pembersihan lokasi taman dan pemindahan pedagang sudah mulai dilakukan sejak malam sebelumnya. Ia mengakui proses pemindahan dilakukan tanpa pengumuman atau woro-woro. "Dan memang tipe saya enggak woro-woro, tetapi yang alhamdulillah berhasil, tadi malam sudah dipindahkan Pak Wali," ujar Pramono.
Untuk mempercepat pembangunan fasilitas ini, Pramono telah menginstruksikan jajarannya untuk segera menyiapkan alokasi anggaran. "Pak Wali, tolong diusulkan sebelum tanggal 1 Juni, sudah saya terima," kata Pramono.
Perhatian Khusus pada Desain Taman
Meski akan menjadi yang pertama di Jakarta Selatan, Pramono menyebut bahwa ruang publik serupa sebenarnya sudah pernah dibangun pemerintah di wilayah Pademangan. Namun, untuk proyek di Taman Puring ini, ia memberikan perhatian ekstra pada detail pembangunannya. Pramono secara khusus meminta agar taman ini dirancang oleh ahli yang benar-benar memahami kebutuhan kaum difabel.
"Taman difabel di Jakarta sebenarnya sudah pernah ada, yaitu di Pademangan. Tapi saya akan minta untuk di Jakarta Selatan ini supaya menggunakan arsitektur yang paham tentang kebutuhan untuk difabel, supaya ruang untuk difabel bisa betul-betul dimanfaatkan oleh difabel yang ada," ujarnya.
Klaim Pedagang Pindah Sukarela
Di tempat yang sama, Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar mengklaim para pedagang yang sebelumnya berjualan di area Taman Puring sudah pindah secara sukarela dan membongkar lapak mereka sendiri. "Saya laporkan semalam saya sudah melakukan penataan di eks Taman Puring. Pedagang alhamdulillah pindah dengan sadar, bongkar sendiri. Hari ini kita mulai meratakan, insya Allah kita kembalikan refungsi menjadi taman kurang lebih 3.000 meter," kata Anwar.



