Infografis Skema Murur dan Tanazul Jemaah Saat Puncak Haji 2026
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan infografis terkait skema murur dan tanazul untuk jemaah saat puncak haji 2026. Skema ini dirancang untuk menjaga keselamatan dan kondisi fisik jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan.
Musyrif Diny PPIH Arab Saudi, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa ada tiga skema murur yang akan diterapkan di Muzdalifah. Ketiga skema ini bertujuan untuk menjaga pelaksanaan syariat sambil mempertimbangkan keselamatan jemaah. Berikut adalah penjelasannya:
1. Mabit Reguler (Mabit Adi)
Dalam skema ini, jemaah berangkat dari Arafah menuju Muzdalifah setelah Magrib. Mereka turun dari bus, menjalankan mabit (menginap) hingga tengah malam, lalu bergerak ke Mina untuk melempar jumrah Aqabah. Mabit di Muzdalifah merupakan kewajiban yang harus dilakukan setelah wukuf di Arafah.
2. Murur Rukhshah (Dispensasi Syariat)
Skema ini diperuntukkan bagi jemaah yang memiliki uzur, seperti lansia, jemaah sakit, atau penyandang obesitas. Mereka diberikan dispensasi untuk tidak menjalankan mabit hingga tengah malam, sehingga perjalanan ibadah tetap lancar tanpa membahayakan kondisi fisik.
3. Tanazul (Pemulangan Lebih Awal)
Setelah mabit di Muzdalifah, jemaah biasanya melanjutkan mabit di Mina. Namun, PPIH juga menerapkan skema tanazul, yaitu pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah lempar jumrah. Skema ini memungkinkan jemaah untuk beristirahat lebih cepat dan mengurangi kelelahan.
Cholil menegaskan bahwa mabit di Muzdalifah tetap menjadi kewajiban, dan jemaah harus melewati nisful lail (tengah malam). Namun, dengan adanya skema murur dan tanazul, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman.
Untuk informasi lebih lengkap, simak infografis yang telah disediakan oleh PPIH Arab Saudi.



