KPK Selidiki Dugaan Kebocoran Informasi OTT Bupati Langkat dan Kuansing
KPK Selidiki Dugaan Kebocoran OTT Bupati Langkat dan Kuansing

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan pengecekan terhadap dugaan kebocoran informasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Langkat Syah Afandin dan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby. KPK memastikan akan melakukan evaluasi jika dugaan kebocoran ini terbukti benar.

KPK Akan Evaluasi Jika Terbukti Bocor

"Soal dugaan kebocoran informasi ini juga menjadi concern kami, apakah memang benar ada demikian. Tentu ini juga akan menjadi bahan pengayaan, bahan evaluasi agar ke depan dalam proses kegiatan penyelidikan tertutup hal-hal demikian tidak kembali terulang," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Diketahui, ada dugaan kebocoran informasi mengenai OTT yang dilakukan KPK di Langkat dan Kuantan Singingi. KPK menduga informasi mengenai OTT di Langkat dan Kuansing dibocorkan oleh pihak yang diperiksa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Plt Direktur Penyidikan: Bocor Bisa Karena Informasi dari Pihak yang Diperiksa

"Jadi kalau itu bocor, ya mungkin bukan karena bocor, mungkin karena orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi baik ke media atau apa," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7).

Dalam kegiatan OTT, tim penyidik akan turun langsung ke lapangan. Saat itu juga kemungkinan diketahui bahwa ada orang KPK yang sedang turun ke lapangan. "Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK," ungkapnya.

Dua OTT dalam Sepekan: Kuansing dan Langkat

Dalam pekan ini, KPK menggelar dua OTT, yaitu di Kuansing dan Langkat. Dalam dua OTT itu, bupati kedua daerah tersebut ikut terjaring dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dugaan kebocoran informasi OTT ini bermula pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB ketika Bupati Langkat Syah Afandin menghubungi pria bernama Yaqub untuk bertemu setelah selesai acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, Zulkifli selaku driver Syah Afandin menghubungi Yaqub untuk meminta Syah Afandin balik arah, karena mengetahui tim KPK sedang berada di Kabupaten Langkat.

Penangkapan dan Barang Bukti

Syah Afandin ditangkap KPK saat sedang dalam perjalanan menuju Kota Binjai. Tim KPK mengamankan uang Rp 100 juta yang ditemukan di bawah jok kursi mobil penumpang depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga