Satpam BRI Cetak Rekor MURI, Hasilkan 13 Karya Ilmiah dan Buku Ber-ISBN
Satpam BRI Cetak Rekor MURI dengan 13 Karya Ilmiah

Satpam BRI di Tanjung Priok Ukir Sejarah dengan Rekor MURI

Seorang petugas satpam yang bertugas di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah menorehkan prestasi luar biasa di luar tugas pokoknya. Khoirul Anam, nama satpam tersebut, berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas kontribusinya dalam dunia akademik dan literasi.

Prestasi Akademik yang Menginspirasi

Anam dianugerahi rekor MURI karena menjadi satpam pertama yang berhasil menghasilkan 13 karya ilmiah yang telah dipublikasikan di berbagai jurnal, baik nasional maupun internasional. Karya-karya tersebut mencakup topik-topik yang relevan dengan keamanan, perbankan, dan pengembangan diri, menunjukkan kedalaman pemikiran dan dedikasi yang tinggi.

Selain karya ilmiah, pria yang dikenal disiplin ini juga telah menulis sejumlah buku yang telah memperoleh International Standard Book Number (ISBN) dan terdaftar resmi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Pencapaian ini menegaskan bahwa passion menulisnya tidak hanya sekadar hobi, tetapi telah menghasilkan karya yang diakui secara formal.

Menulis sebagai Jalan Belajar dan Konsistensi

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Antara pada Rabu, 11 Februari 2026, Anam mengungkapkan filosofi di balik kegiatannya menulis. "Bagi saya, menulis adalah cara untuk terus belajar tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama sebagai satpam. Justru dari kedisiplinan dalam bertugas, saya belajar konsistensi dalam berkarya," ujarnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana nilai-nilai profesional dalam pekerjaannya sebagai satpam—seperti ketepatan waktu, kejujuran, dan komitmen—telah ia terapkan dalam proses kreatif menulis. Hal ini menjadikan kisahnya sebagai contoh nyata bahwa batasan profesi tidak harus membatasi potensi seseorang untuk berkontribusi dalam bidang lain.

Dampak dan Inspirasi bagi Masyarakat

Prestasi Khoirul Anam ini tidak hanya membanggakan bagi dirinya dan institusi tempatnya bekerja, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang bekerja di sektor non-akademik. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan manajemen waktu yang baik, siapa pun dapat mengejar passion-nya tanpa mengorbankan tanggung jawab utama.

Rekor MURI yang ia raih diharapkan dapat memotivasi lebih banyak individu untuk tidak berhenti belajar dan berkarya, terlepas dari latar belakang profesi mereka. Dalam konteks yang lebih luas, kisah ini juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan diri karyawan.