Produksi Sampah Jakarta Selatan Capai 1.120 Ton per Hari Selama Libur Lebaran 2026
Sampah Jaksel 1.120 Ton/Hari Saat Lebaran 2026

Produksi Sampah Jakarta Selatan Tembus 1.120 Ton per Hari Selama Libur Lebaran 2026

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan melaporkan bahwa produksi sampah di wilayah tersebut mencapai angka yang signifikan selama masa libur Lebaran 2026. Berdasarkan data estimasi, tonase buangan harian tercatat sebesar 1.120 ton per hari, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Sudin LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono.

Data Estimasi dan Periode Liburan

Dedy Setiono menjelaskan bahwa angka 1.120 ton per hari ini merujuk pada data estimasi berat dari daftar pembuangan yang dikumpulkan selama periode libur Lebaran, yaitu dari tanggal 18 hingga 24 Maret 2026. Pernyataan ini disampaikan saat dihubungi di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026, berdasarkan laporan dari Antara.

Penanganan Sampah Harian oleh Sudin LH Jaksel

Dalam upaya menangani volume sampah yang besar tersebut, Sudin LH Jakarta Selatan mengerahkan sumber daya manusia dan armada secara maksimal. Setiap harinya, sebanyak 1.107 petugas kebersihan dan 190 truk pengangkut sampah dikerahkan ke 10 kecamatan di Jakarta Selatan. Sampah-sampah ini kemudian diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang untuk diproses lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah sampah terkumpul, pihak Sudin LH melakukan pemilahan antara sampah yang dapat didaur ulang, seperti yang dikirimkan ke bank sampah, dan sampah organik yang dimanfaatkan sebagai kompos atau magot. Residu yang tidak dapat diolah selanjutnya dikumpulkan di tempat penampungan sementara (TPS) sebelum akhirnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang.

Imbauan kepada Masyarakat untuk Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik

Di balik upaya penanganan sampah oleh pemerintah, Sudin LH Jakarta Selatan juga mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dedy Setiono menekankan pentingnya konsistensi masyarakat dalam mengurangi produksi sampah dan memilah sampah sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada tahun 2025, volume sampah di Jakarta secara keseluruhan mencapai rata-rata lebih dari 7.900 ton per hari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengelola sampah ini melalui strategi pengurangan di sumber dan pemrosesan di TPST Bantargebang.

Edukasi dan Aksi Bersih di Wilayah Lain

Sebagai bagian dari komitmen pengelolaan sampah, Sudin LH Kepulauan Seribu juga mengedukasi warga di Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Aldi Jansen, menyatakan bahwa pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci utama dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan.

Selain edukasi, pihaknya menggelar aksi bersih pantai (beach cleanup) di Pantai Arsa, yang melibatkan warga dan wisatawan. Sebanyak 256 kilogram sampah berhasil dibersihkan dan dipilah, terdiri dari 90 kilogram sampah organik, 17 kilogram plastik, dan 149 kilogram residu. Aldi juga menambahkan bahwa pembinaan kepada pelaku usaha dilakukan untuk mendorong penerapan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sejak dari sumber.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan pengelolaan sampah di Jakarta dapat lebih optimal dan berkelanjutan, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga