PMI Tegaskan Jusuf Kalla Tidak Akan Berkunjung ke Iran
Palang Merah Indonesia (PMI) secara resmi membantah kabar yang beredar mengenai rencana kunjungan Ketua Umumnya, Jusuf Kalla, ke Republik Islam Iran. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Internasional PMI, Hamid Awaluddin, dalam konfirmasinya kepada media pada Kamis, 26 Maret 2026.
Bandara Iran Tidak Berfungsi, Kunjungan Langsung Dinyatakan Tidak Mungkin
Hamid Awaluddin dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada agenda atau rencana bagi Jusuf Kalla untuk datang langsung ke Iran dalam waktu dekat. "Tidak ada rencana datang langsung ke Iran. Karena tidak mungkin ada orang luar masuk Iran karena airport tidak berfungsi," ujar Hamid. Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi berbagai spekulasi yang berkembang di publik.
Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, juga mengonfirmasi bahwa mantan Wakil Presiden tersebut saat ini memang sedang berada di luar negeri, namun bukan untuk tujuan mengunjungi Iran. "Pak JK mengunjungi beberapa negara ASEAN untuk menghadiri undangan bertopik dialog perdamaian," jelas Husain melalui akun media sosialnya. Lawatan ini telah dimulai sejak Rabu, 25 Maret 2026, dan dijadwalkan berakhir pada 28 Maret 2026.
Rencana Bantuan Kemanusiaan ke Iran Tetap Berjalan
Meskipun kunjungan langsung ditiadakan, PMI memastikan bahwa komitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat sipil Iran yang terdampak konflik tetap berjalan. Hamid membenarkan adanya rencana pengiriman bantuan tersebut. "Betul (ada rencana terkait)," katanya. Saat ini, tim PMI masih dalam proses menyusun teknis penyaluran, termasuk menentukan jenis bantuan yang paling dibutuhkan.
Komitmen ini sebelumnya telah disampaikan oleh Jusuf Kalla sendiri setelah bertemu dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, pada Rabu, 18 Maret 2026. Dalam pertemuan di Markas Pusat PMI, Jakarta, JK menegaskan posisi Indonesia yang selalu berpihak pada korban konflik. "Kita Indonesia memang selalu berpihak dan Palang Merah membantu masyarakat sipil yang jadi korban dari pada perang itu," ucapnya.
Bantuan Obat-Obatan Akan Dikirim Melalui Jalur Diplomasi Kemanusiaan
Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa bantuan yang akan dikirim akan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan, dengan fokus utama pada obat-obatan. Rencana pengirimannya akan memanfaatkan jaringan kemanusiaan internasional. "Maka kita putuskan sesuai dengan kebutuhan dari pada Iran, obat-obatan yang akan dikirim sesuai dengan kebutuhan di sana melalui negara-negara yang dekat dengan Iran seperti Pakistan, Turki dan sebagainya melalui Red Crescent atau Bulan Sabit Merah setempat," jelas JK.
Dengan demikian, meskipun akses langsung ke Iran terhambat oleh kondisi bandara yang tidak beroperasi, upaya bantuan kemanusiaan Indonesia tetap akan sampai kepada yang membutuhkan melalui saluran-saluran yang telah terbangun. PMI terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara efektif dan tepat sasaran.



