Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Sumatera
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memaparkan bahwa upaya pemulihan pascabencana di Sumatera telah menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Dalam konferensi pers di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Rabu (11/2/2026), Tito menekankan bahwa berbagai langkah percepatan terus dijalankan, termasuk pengerahan alat berat dan melibatkan personel lintas kementerian, lembaga, serta mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan.
"Semua upaya dilakukan untuk percepatan pemulihan," tegas Tito dalam keterangannya.
Penurunan Drastis Jumlah Pengungsi
Berdasarkan laporan harian Posko Satgas per Selasa (10/2), jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), mengalami penurunan yang signifikan. Dari catatan awal sebanyak 2.178.269 orang pada 2 Desember, angka tersebut kini berkurang menjadi hanya 74.369 orang yang masih tersebar di ketiga wilayah tersebut.
Kemajuan Pembersihan dan Pemulihan Fasilitas
Tito juga menyoroti progres pembersihan lumpur yang terus berjalan:
- Di Aceh, dari 263 lokasi sasaran, 156 lokasi telah selesai dibersihkan dan 107 lokasi masih dalam proses.
- Di Sumut, pembersihan selesai di 4 dari 11 lokasi, dengan sisanya masih berlangsung.
- Sementara Sumbar telah menuntaskan seluruh 29 lokasi sasaran pembersihan.
Pada sektor pelayanan dasar, seluruh fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi dilaporkan tetap berfungsi, termasuk dua Puskesmas di Aceh yang rusak berat namun masih memberikan pelayanan di luar gedung. Ribuan fasilitas pendidikan terdampak juga terus didorong untuk segera beroperasi normal.
Pemulihan Infrastruktur dan Ekonomi
Di sektor infrastruktur, pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan capaian positif. Sumbar telah mencapai pemulihan listrik dan jaringan internet 100 persen, sementara Aceh dan Sumut hampir sepenuhnya pulih dengan sisa pelanggan dan Base Transceiver Station (BTS) yang masih dalam penanganan. Pembangunan sumur bor serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat juga dipercepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Tito menekankan pentingnya pemulihan ekonomi lokal, dengan aktivasi pasar rakyat terdampak bencana di ketiga provinsi yang telah berjalan secara fungsional, sehingga roda perekonomian masyarakat kembali bergerak. Lebih dari dua ribu rumah ibadah di Aceh, Sumut, dan Sumbar juga telah difungsikan kembali.
Kemajuan Pembangunan Hunian dan Penyaluran Dana
Terkait hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Dari rencana 17.036 unit di tiga provinsi, sebanyak 5.489 unit telah selesai dibangun. Pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan progres awal di Aceh dan Sumbar. Tito meminta percepatan proses administrasi dan teknis agar pembangunan huntap dapat segera meningkat.
Dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), Tito mengingatkan pentingnya percepatan pembukaan rekening dan distribusi dana kepada masyarakat. Hingga kini, realisasi penyaluran DTH di tiga provinsi telah mencapai hampir 50 persen, dengan capaian tertinggi di Sumatera Barat.
Dukungan Personel dan Tenaga Bantuan
Untuk mendukung percepatan pemulihan, personel dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, serta tenaga kesehatan telah dikerahkan ke daerah terdampak. Ribuan taruna dan mahasiswa sekolah kedinasan juga turut membantu di lapangan, menunjukkan kolaborasi yang solid dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.