Menteri Lingkungan Hidup Dorong Perbaikan Sampah di Terminal Tanjung Priok Jelang Mudik Lebaran 2026
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq telah meminta pengelola Terminal Tanjung Priok dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara untuk segera memperbaiki sistem pengelolaan sampah di terminal tersebut. Permintaan ini disampaikan saat kunjungan kerja di Jakarta Utara pada Selasa, 17 Maret 2026, menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Peninjauan Langsung dan Temuan Masalah
Dalam kunjungannya, Hanif meninjau langsung kesiapan fasilitas Terminal Tanjung Priok untuk menghadapi lonjakan penumpang mudik. Ia menemukan adanya penumpukan sampah terbuka di sekitar terminal, yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan lingkungan. "Dari sisi kita, tentu kita memastikan bahwa kegiatan ini harus tidak menimbulkan dampak lingkungan yang tidak terlalu penting. Diantaranya sebenarnya bisa dicegah yaitu sampah," ujar Menteri LH, seperti dilansir dari Antara.
Hanif menekankan bahwa terminal besar seperti Tanjung Priok perlu ditangani dengan cepat. "Sampah tadi kita cek, fasilitasnya akan segera dipenuhi oleh Pak Wali Kota (Jakarta Utara) dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ini merupakan terminal besar yang harus ditangani dengan segera," tambahnya. Ia meminta Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, untuk membantu pengelola terminal dalam melakukan perbaikan ini.
Kesiapan Menghadapi Puncak Arus Mudik
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemudik dapat pulang ke kampung halaman dengan nyaman. Hanif juga mengapresiasi petugas yang menjaga ketertiban di terminal dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang. Menurut perkiraan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan pergerakan masyarakat mencapai 21,97 juta orang pada hari tersebut.
Secara nasional, survei Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kemenhub menunjukkan sekitar 143,92 juta orang berencana melakukan perjalanan selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Dengan angka yang besar ini, pengelolaan sampah yang efektif di titik transit seperti Terminal Tanjung Priok menjadi krusial untuk mencegah dampak lingkungan dan menjaga kebersihan.
Implikasi dan Langkah Selanjutnya
Perbaikan pengelolaan sampah di Terminal Tanjung Priok diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah terbuka dan meningkatkan kenyamanan bagi jutaan pemudik. Ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mendorong praktik berkelanjutan selama musim mudik, termasuk inisiatif seperti mudik minim sampah yang digalakkan oleh berbagai pihak.
Dengan komitmen dari pemerintah daerah dan pengelola terminal, diharapkan terminal ini dapat beroperasi dengan lebih ramah lingkungan dan siap menghadapi tantangan arus mudik tahunan. Langkah proaktif ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menangani isu lingkungan di tengah aktivitas massal seperti mudik Lebaran.
