Menjelang Hari Raya Iduladha, kesehatan hewan kurban menjadi perhatian utama. Kementerian Pertanian mencatat jumlah pemotongan hewan kurban di Indonesia pada 2025 mencapai 2,26 juta ekor, meningkat 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah terus memperkuat pengawasan karena kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih muncul di sejumlah wilayah.
Kolaborasi PDHI dan Human Initiative
Human Initiative dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) memperkuat kolaborasi dalam program Sebar Qurban 2026. Ketua Umum PB PDHI Muhammad Munawaroh menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan membantu masyarakat menjalankan kurban dengan hewan yang sehat, aman, dan sesuai syariat. Kolaborasi mencakup pendampingan peternak, pengecekan kesehatan hewan, serta penguatan pemahaman masyarakat tentang penanganan daging kurban yang baik.
Kedua organisasi juga menjalankan quality control di titik distribusi hewan kurban untuk menjaga kondisi hewan sebelum penyembelihan. Munawaroh hadir bersama Sekretaris Jenderal PB PDHI Andi Wijanarko dan Bendahara I PB PDHI Ani Juwita Handayani dalam kegiatan tersebut.
Pentingnya Memilih Hewan Kurban Sehat
Munawaroh menjelaskan bahwa masyarakat perlu memilih hewan kurban yang sehat dan cukup umur sesuai syariat. Ia mengingatkan prinsip ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. "Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan, kesejahteraan hewan juga harus diperhatikan," ujarnya.
Program Sebar Qurban 2026
GM Network Development Human Initiative Ferry Suranto menyampaikan bahwa Human Initiative telah mengelola program kurban selama lebih dari 20 tahun dengan total lebih dari satu juta jiwa pemegang hak program. Program ini bertujuan memfasilitasi ibadah kurban, menggerakkan peternak lokal, dan berbagi kebahagiaan. Tahun 2026, Human Initiative akan menyalurkan kurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. "Dukungan PDHI menjadi bukti bahwa kolaborasi menghasilkan dampak lebih besar melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, dan kualitas daging," tandas Ferry.
Proses Pemotongan Bersih dan Aman
Selain kesehatan hewan, Human Initiative dan PDHI mendorong proses pemotongan yang bersih dan aman. Panitia kurban perlu memisahkan daging dan jeroan, menjaga area pemotongan tetap higienis, serta memastikan distribusi berjalan baik agar masyarakat menerima daging layak konsumsi. "Kebersamaan membuat langkah kebaikan lebih berarti. Saat berbagai pihak bergerak bersama, manfaat kurban menjangkau lebih banyak masyarakat," jelas Ferry.



